<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="28017">
<titleInfo>
<title>Identifikasi dan Prevalensi Cacing Parasit pada Feses Sapi Brahman Cross (Bos taurus indicus) di Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Cilegon</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Dewi Sari</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">serang</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2023</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xvii + 65 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Sektor peternakan merupakan bagian terpenting dalam kehidupan, salah 
satunya hewan ternak sapi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistika, produksi 
daging sapi hingga 2022 di Indonesia mencapai sekitar 498 823, 14 ton, dan 
di Provinsi Banten mencapai 17 242, 69 ton. Sapi Brahman cross (Bos 
Taurus indicus) merupakan sapi potong yang sering dikonsumsi oleh 
masyarakat. Semakin meningkatnya minat masyarakat dalam produk olahan 
hewan ternak sapi, semakin meningkat pula kesadaran masyarakat akan 
kesehatan sapi. Salah satu langkah pengujian kesehatan hewan ternak adalah 
dengan pengujian cacing parasit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 
jenis dan prevalensi cacing parasit pada feses sapi di RPH Kota Cilegon. 
Pengambilan sampel dilakukan secara acak di RPH Kota Cilegon sebanyak 3 
gram setiap ekor sapi. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif, 
menggunakan metode apung dan metode sedimentasi di Balai Pelayanan dan 
Pengujian Veteriner Provinsi Banten pada bulan Mei-Juni 2023. Hasil 
penelitian diperoleh bahwa seluruh sampel feses yang diamati positif 
mengandung Haemonchus contortus dengan prevalensi 100%, terdapat 8 dari 
25 positif mengandung Cooperia oncophora dengan prevalensi 32%, dan 4 
dari 25 sampel positif mengandung Paramphistomum sp dengan prevalensi 
12%. Oleh karena itu, perlu adanya beberapa upaya yang harus dilakukan 
oleh petugas setempat seperti menjaga kebersihan lingkungan dan 
kehigienisan sapi.</note>
<classification>592.4</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI BIO 015</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI BIO 015</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI BIO 015</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>28017</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-02-20 10:44:29</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-02-20 10:46:17</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>