Detail Cantuman Kembali

XML

Penyesuaian Diri Santri Baru terhadap Kehidupan di Pesantren (Studi Kasus di Pondok Pesantren Turus, Pandeglang)


Pesantren adalah sebuah pendidikan tradisional yang para santrinya tinggal bersama dan belajar di bawah bimbingan guru yang lebih dikenal dengan sebutan kiai dan mempunyai asrama untuk tempat menginap santri. Santri tersebut berada dalam kompleks yang juga menyediakan masjid untuk beribadah, ruang untuk belajar, dan kegiatan keagamaan lainnya. Namun, beberapa masalah yang dihadapi santri baru di Pondok Pesantren yaitu sulit beradaptasi dengan teman baru, merasa tidak betah dengan kondisi lingkungan pesantren, sering merasa kesulitan terhadap kegiatan pesantren seperti: menghafal Al-qur'an, mengaji kitab, dan mengikuti kegiatan Islami seperti marawis, qosidah, dan MTQ. Karena hal tersebut merupakan hal yang baru bagi dirinya dan membuatnya merasa kesulitan untuk bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan pondok.
Dari latar belakang di atas ada beberapa rumusan masalah, di antaranya yaitu: 1) Bagaimana problematika santri baru dalam proses penyesuaian diri terhadap kegiatan di Pondok Pesantren Turus, Pandeglang? 2) Bagaimana upaya santri dan pengurus Pesantren dalam membantu penyesuaian diri santri baru?
Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui bagaimana poblematika santri baru dalam penyesuaian diri terhadap kegiatan di Pondok Pesantren Turus Pandeglang. 2) Untuk mengetahui upaya santri dalam mengatasi problematika penyesuain diri di pesantren. 3) Bagaimana upaya pengurus pesantren dalam membantu proses penyesuaian diri santri baru.
Penelitian ini adalah penelitian kualitatif, dengan objek penelitian 10 responden dari santri baru yang berjumlah 112 santri baru di Pondok Pesantren Turus, Pandeglang pada Tahun 2015, dengan masalah yang berbeda-beda. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Metode analisa yang digunakan adalah metode deskriptif analisis. Berdasarkan dari hasil penelitian yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa : 1) problematika santri baru dalam penyesuaian diri di pondok pesantren turus Pandeglang adalah a) jauh dari orang tua/ keluarga, b) perpindahan ke tempat/ masyarakat baru, c) merasa jenuh dengan kepadatan jadwal yang ada di pondok d) sering merasa kesulitan terhadap kegiatan yang ada di pesantren e) masalah kesehatan yang sering mengganggu kegiatan santri.
2) Untuk mengatasi masalah tersebut santri melakukan upaya penyesuaian dirinya dengan cara: a) berusaha mencari teman b) menyibukan diri dengan kegiatan pesantren c) mengurangi komunikasi dengan keluarga d) memperbanyak teman e) berusaha selalu mandiri f) selalu berdoa dan mengaji g) berusaha asyik dengan lingkungan h) selalu mengingat pengorbanan orang tua. 3) Selain itu upaya pondok dalam membantu proses penyesuaian diri santri baru meliputi a) menciptakan situasi pondok yang dapat menimbulkan rasa "betah" bagi anak-anak didik, baik secara sosial, fisik maupun akademis b) menciptakan suasana belajar mengajar yang menyenangkan bagi anak c) usaha memahami santri secara menyeluruh d) hubungan yang baik dan penuh pengertian antar pesantren dengan orang tua santri dan masyarakat e) pelaksanaan bimbingan dan penyuluhan yang sebaik-baiknya.
Eha Sholehah - Personal Name
SKRIPSI BKI 29
2x7.341
Text
Indonesia
2015
serang
xv + 70 hlm.; 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...