Detail Cantuman Kembali

XML

Tinjauan Motivasi Belajar Anak Korban Perceraian (Studi di Kecamatan Sindang Jaya Kab. Tangerang)


Perceraian orang tua berdampak negatif pada mental anak. Anak-anak mengalami trauma, memperlihatkan gejala-gejala depresi ringan dan anti sosial, juga berpengaruh pada motivasi belajar anak. Padahal motivasi belajar sangat penting ketika anak berada dalam situasi dan lingkungan yang baru demi menjaga konsentrasi dan kesungguhan belajarnya. Orang yang termotivasi mempunyai kemauan menghadapi dan mengatasi rintangan- rintangan untuk meraih tingkat keberhasilan yang istimewa.
Dari latar belakang di atas munculah beberapa pertanyaan, diantaranya: 1) bagaimana tingkat motivasi belajar anak korban perceraian di Kecamatan Sindang Jaya, 2) bagaimana peran orang tua, guru dan pemerintah dalam meningkatkan motivasi belajar anak korban perceraian di Kecamatan Sindang Jaya?.
Penelitian ini bertujuan: 1) untuk mengetahui tingkat motivasi belajar anak korban perceraian di Kecamatan Sindang Jaya, 2) untuk mengetahui peran orang tua, guru serta pemerintah dalam meningkatkan motivasi belajar anak korban perceraian di Kecamatan Sindang Jaya.
Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Sindang Jaya Kabupaten Tangerang, dengan objek penelitian yaitu 52 siswa SMP yang orangtuanya bercerai dan 11 informan terdiri dari guru serta pemerintah setempat. Jenis penelitian skripsi ini adalah penelitian lapangan yang berbasis pada penelitian kualitatif. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif analisis. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, dokumentasi, wawancara, dan kepustakaan.
Penelitian ini memperlihatkan bahwa tingkat motivasi belajar anak korban perceraian tidak semuanya buruk, sebagian anak mampu menjaga dan meningkatkan motivasi belajarnya, karena anak mampu menerima kenyataan dan mampu menyelesaikan setiap permasalahan yang dihadapi dengan kontrol emosi yang baik, percaya diri, terbuka, memiliki tujuan, dan bertanggung jawab, juga dapat menjalin hubungan dengan cara yang berkualitas.
Penelitian ini juga memperlihatkan bahwa peran orang tua, dan guru sangat dibutuhkan dan berpengaruh terhadap kondisi siswa. Sebab siswa merasa lebih tenang dan semangat untuk meningkatkan kualitas belajarnya. Peran pemerintah juga tidak kalah penting untuk pembangunan suatu bangsa dengan memberikan beberapa fasilitas bantuan. Peranan orang tua, guru dan pemerintah juga memberikan kesejukan dan kedamaian karena emosi yang tidak stabil akibat faktor perceraian orang tua dapat diminimalisir dengan cara memperoleh perhatian, kasih sayang dan bantuan yang dibutuhkan siswa dalam proses pembelajaran.
Siti Nurpaujiah - Personal Name
SKRIPSI BKI 17
370.15
Text
Indonesia
2014
serang
xvii + 75 hlm.; 14,5 x 20,5 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...