Detail Cantuman Kembali
Penerapan Teknik Peer Group untuk Meningkatkan Pemahaman Remaja terhadap Perilaku Seks Bebas (Studi di Desa Sindangheula Kecamatan Pabuaran Kabupaten Serang - Banten)
Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya pemahaman remaja tentang
perilaku seks bebas dan maraknya Pergaulan bebas itu sendiri yang terjadi dikalangan
remaja, Kasus sejumlah remaja yang hamil sebelum menikah merupakan fenomena
informasi global, lebih parah lagi pada masa kini Remaja sangat bebas mengakses
pornografi sehingga membuat mereka menganut pola hidup pergaulan bebas yang
banyak ditiru dari pergaulan remaja diluar negri sehingga mereka mempunyai
ketertarikan untuk berperilaku sama dengan remaja di luar negri tersebut yang banyak
dari mereka penganut pergaulan bebas yang merujuk kepada perilaku seks bebas. Dari
itu perlu sekiranya pemberian pemahaman tentang perilaku seks bebas terhadap
remaja.
Rumusan masalah pada penelitian ini adalah: 1) Bagaimana gambaran
pemahaman perilaku seks bebas pada remaja di Desa Sindangheula? 2) Bagaimana
hasil dari penerapan peer group dalam meningkatkan pemahaman remaja terhadap
perilaku seks bebas?
Tujuan penelitian 1.) Untuk mengetahui gambaran pemahaman perilaku seks
bebas pada remaja 2.) untuk mendeskripsikan hasil dari penerapan peer group dalam
meningkatkan pemahaman remaja terhadap perilaku seks bebas
Metode penelitian merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dan
informasi yang dibutuhkan. Peneliti menggunakan penelitian dengan metode
kualitatif. Metode kualitatif adalah penilaian yang ingin mencari makna kontekstual
secara menyeluruh berdasarkan fakta-fakta, tindakan-tindakan, ucapan dan sikap
dengan cara mendeskripsikan atau membangun teori-teori berdasarkan fakta-fakta
dilapangan. Objek dari penelitian ini ada 4 responden remaja putri yaitu M, PA, YP
dan MM dimana peneliti menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi serta
daftar check list.
Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) Pengetahuan remaja di Desa
Sindangheula masih terbilang rendah hal tersebut ditandai dengan adanya perilaku-perilaku mereka yang menjurus kepada perilaku seks ringan yang tidak mereka sadari
seperti bergandengan, berpelukan dan mencium kening, pipi, bahkan bibir kekasihnya
2) penerapan teknik peer group dalam penelitian ini kurang tepat karena dalam
penelitian ini peneliti memilih remaja pertengahan untuk menjadi responden, padahal
untuk remaja pertengahan tidak cukup hanya pemahaman mereka yang meningkat
namun dibutuhkan juga keselarasan perilaku yang dapat diperbaiki khususnya
perilaku seks bebas tersebut dan akan lebih efektif jika penelitian ini dilakukan
terhadap remaja awal atau usia masa kanak-kanak akhir.
Devi Lestari - Personal Name
SKRIPSI BKI 867
176
Text
Indonesia
2023
serang
xiii + 80 hlm.; 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...







