<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="27630">
<titleInfo>
<title>Keadilan Sahabat dalam Perspektif Sunni dan Syi’ah</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Adha Liandrini</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">serang</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2022</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xxii + 94 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Syiah cukup selektif tentang kebenaran para sahabat dan mengkritik anggapan Sunni bahwa semua sahabat shaleh. Oleh karena itu, kaum Sunni juga mempertanyakan konsep imam maksum, bahkan imam dalam Syiah adalah salah satu yang harus diyakini, karena imam memurut Syi’ah adalah otoritas Allah di bumi setelah Nabinya. Imam menggantikan Nabi sebagai pemimpin bangsa di dunia maupun dalam agama untuk menafsirkan hukum-hukum syari'at. Berbeda pendapat tentang kesalehan sahabat yang sebelumnya diterima oleh mayoritas ulama agar sahabat tidak dikritik lagi, sebagian ulama modern merasa keberatan dan mengatakan bahwa penelitian sahabat masih perlu dimodifikasi dengan kewajaran. Salah satu ulama kontemporer yang berpandangan demikian adalah Abu Royyah. Status keadilan para sahabat ini sangat-sangat penting karena mereka adalah sumber pertama para sahabat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengertian keadilan sahabat dan bagaimana keadilan sahabat nabi menurut pandangan syiah dan sunni. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis isi dan menggunakan teknik pendekatan analisis isi. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis data. Sumber data dalam penelitian ini adalah sumber data primer dan sekunder, yang berupa data tertulis untuk membahas keadilan sahabat dalam metode tahdis syiah. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah; menurut sunni keadilan sahabat merupakan sebuah pemahaman tentang kepribadian sahabat yang dinilai adil dalam arti mereka menjauhi dosa-dosa besar dan senantiasa mengerjakan amalan-amalan kebajikan, meski tidak terjamin baginya terbebas dari dosa, hanya saja kebaikannya lebih banyak dibanding keburukannya, sedangkan Syi’ah meyakini kemaksuman dua belas imamnya dan menerima hadis berdasarkan imam maksum dan mengklaim bahwa semua perkataan 12 imam yang ma’ṣum pada dasarnya berasal dari Rasulullah. Karenanya, para imam tersebut tidak ubahnya seperti Nabi yang memiliki sifat ma’ṣum, sehingga perkataan, perbuatan, dan sifat-sifatnya juga sama dengan Nabi.</note>
<classification>2x2.2</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI IH 111</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI IH 111</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI IH 111</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>27630</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-12-07 14:40:05</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-12-07 14:40:55</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>