Detail Cantuman Kembali
Ikhtiar dan Tawakal Perspektif Ibn Atha’illah
Tawakal dimaknai dengan bentuk kepasrahan dan kepasifan terhadap keadaan yang ada, penalaran yang tidak tepat ini menjadikan seseorang berhenti untuk berusaha dengan beralasan sedang bertawakal. Pemahaman ini juga membuat seseorang menormalisasi setiap kesulitan atau masalah tanpa ada kehendak, tindakan dengan usaha untuk merubahnya dan hanya menunggu ketetapan Allah dating, padahal Allah mengatur segala hukum sebab dan akibat dari segala yang Dia ciptakan dengan keteraturan ke-Maha Bijaksana-annya. Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi ikhtiar dan tawakal menurut Ibn Atha‟illah dan konsep antara ikhtiar dan tawakal menurut Ibn Atha‟illah. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan studi kepustakaan (library research), peneliti mengumpulkan data, menyusun dan mengklarifikasi kemudian menyusunnya kembali dan menginterpretasinya. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa hakikat tawakal meliputi unsur lahir dan batin. Secara lahiriah manusia telah menjalankan perintah dari-Nya dengan usaha-usaha kehendak bebas dirinya, sedangkan secara batin ia telah berserah diri kepada ketentuan dari-Nya. Ikhtiar tetaplah harus dilakukan di dalam pengaturan kehendaknya Allah dan tawakal bukanlah kondisi berhenti berbuat atau berdiam diri, sebab ikhtiar bertempat di jasad, hati adalah tempatnya bertawakal.
Ifat Maftuhah - Personal Name
SKRIPSI AFI 22
2x3
Text
Indonesia
2022
serang
xviii + 74 hlm.: 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...







