<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="27625">
<titleInfo>
<title>Konsep Kesetaraan Gender dalam Al-Qur'an (Perspektif Kitab Tafsir Al-Manar)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Ichlasul Niat</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">serang</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2023</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xx + 77 hlm.: 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Persoalan Gender sesungguhnya tidaklah menjadi masalah sepanjang tidak melahirkan ketidakadilan gender (genderinequalities). Namun, yang menjadi persoalannya ialah ternyata perbedaan gender telah melahirkan berbagai ketidakadilan, bagi kaum laki-laki, terutama terhadap kaum perempuan. Ketidakadilan gender merupakan sistem dan struktur di mana baik kaum laki-laki dan perempuan menjadi korban dari sistem tersebut.Untuk memahami bagaimana perbedaan gender menyebabkan ketidakadilan, dapat dilihat melalui berbagai manifestasi ketidakadilan yang ada. Rumusan masalah yang terdapat dalam pembahasan tersebut adalah a) Bagaimana konsep kesetaraan gender dalam al-Qur’an., b) Bagaimana konsep kesetaraan Gender dalam kitab tafsir Al-Manar. Tujuan dari penelitian ini adalah a) Mengetahui konsep kesetaraan gender dalam al-Qur’an, b) Mengetahui Bagaimana konsep kesetaraan Gender dalam kitab tafsir Al-Manar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan penelitian kepustakaan (Library research) dengan melakukan penelurusan dan inventarisasi data-data sekaligus pernyataan para tokoh ulama yang berkaitan dengan konsep kesetaraan gender baik berupa kitab, buku, artikel, jurnal, maupun karya ilmiah lainnya. Hasil yang di peroleh: 1) Al-Qur'an mengakui adanya perbedaan biologis antara laki-laki dan perempuan, namun perbedaan tersebut tidak menjadi dasar pembeda kedudukan dan peran antara laki-laki dan perempuan. Satu jenis mempunyai kedudukan yang superior dan jenis yang lain berada pada posisi yang inferior, sebagaimana dipahami oleh kebanyakan orang sampai saat ini. 2) Gender dalam kitab tafsir Al-Manar adalah kesadaran atas kesamaan peran, hak, dan kewajiban antara laki-laki dan perempuan dalam kehidupan sosial inilah yang mendasari Abduh dalam melihat problem diskriminasi kaum hawa. Saat itu perempuan dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Kondisi sosial dan budaya telah memarjinalisir mereka dengan memasung sebagian hak-haknya dan memberikan ruang gerak yang sempit di wilayah domestik rumahan.</note>
<classification>2x1.44</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI IAT 555</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI IAT 555</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI IAT 555</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>27625</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-12-07 11:33:51</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-12-07 11:34:09</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>