<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="27573">
<titleInfo>
<title>Identifikasi Potensi Air Tanah dengan Menggunakan Metode Geolistrik untuk Kebutuhan Penyediaan Air Bersih di Desa Domas Kecamatan Pontang</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Defifi</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">serang</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2023</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xix + 110 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Desa Domas merupakan daerah pesisir di Kecamatan Pontang yang masih mengalami kekeringan pada musim kemarau. Pemanfaatan air tanah merupakan salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan air bagi masyarakat di daerah tersebut, terutama pada musim kemarau. Oleh karena itu perlu dilakukan kajian potensi air tanah di Desa Domas. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui struktur batuan di bawah permukaan dan mengetahui keberadaan potensi air tanah di Desa Domas Kecamatan Pontang dengan menggunakan metode geolistrik konfigurasi Schlumberger dengan menggunakan 2 lintasan. Berdasarkan hasil interpretasi lapisan penyusun lintasan pertama dan lintasan kedua, teridentifikasi lapisan penyusun bawah permukaan daerah penelitian berupa endapan alluvium jenis material pasir yang berpotensi menyimpan air tanah, dengan nilai resisitivits 92,23 Ωm di kedalaman 10,72 m pada titik satu lintasan pertama dan pada kedalaman 0,3883 m dengan nilai resistivitas sebesar 19,39 Ωm, kedalaman 9,771 m nilai resistivitas sebesar 150,1 Ωm pada lintasan kedua titik satu dan pada kedalaman 11,7-25 m dengan nilai resistivitas sebesar 46,05-561,5 Ωm pada titik dua lintasan kedua. Akuifer sudah ditemukan di semua titik ukur pada lokasi penelitian.</note>
<classification>530</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI FIS 013</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI FIS 013</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI FIS 013</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>27573</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-12-04 09:52:25</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-12-04 09:52:40</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>