Detail Cantuman Kembali

XML

Pola Komunikasi Dalam Bimbingan Keagamaan Terhadap Anak Berkebutuhan khusus di Sekolah Luar Biasa (Studi Kasus Pada Anak Autis di Yayasan Bahari Labuan)


Melakukan komunikasi dengan anak autisme tentu sangat berbeda dengan anak anak pada umumnya. Karena sulitnya komunikasi dan bahasa yang dapat mereka lakukan. Mereka juga perlu tahu apa itu agama nilai nilai apa saja dalam keagamaan. Oleh karena itu guru melakukan bimbingan keagamaan pada anak anak autisme. Fokus masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah komunikasi pada anak disabilitas masalahnya adalah, untuk mencari tahu: (1) Bagaimana pola komunikasi interaksional dalam melakukan bimbingan keagamaan antara guru dan anak autisme di Yayasan Bahari Labuan. (2) untuk mengetahui apa saja faktor pendukung dan penghambat dalam melakukan interaksi antara guru anak autisme dalam melakukan kegiatan bimbingan keagamaan di Yayasan Bahari Labuan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah, (1) Untuk mengetahui bagaimana pola komunikasi interaksional yang dilakukan guru dalam melakukan bimbingan keagamaan terhadap anak autisme di Yayasan Bahari . Kumudian (2) Untuk mencari tahu apa saja faktor penghambat dan pendukung yang dihadapi guru dalam proses interaksi dengan anak anak autisme di Yayasan Bahari. Untuk mencari tahu bagaimana pola komunikasi antara guru dan anak autisme penulis menggunakan interaksi simbolik, dalam teori ini membahas proses interaksi secara individu ataupun individu dan kelompok dengan menggunakan bantuan bahasa symbol seperti gerak tubuh atau bahasa tubuh. Sementara metode yang digunakan penulis yaitu metode penelitian kualitatif deskriptif yaitu dengan menggabungkan data yang didapat dari hasil observasi dan wawancara kemudian penulis akan menyimpulkan suatu situasi atau keadaan yang terjadi dilapangan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi yang dilakukan antara guru dan anak anak penyandang autisme dalam mengajarkan bimbingan keagamaan di Yayasan Bahari Labuan melalui teori interaksi simbolik dengan pola interaksi individu atau interaksi satu arah dengan symbol berupa bahasa tubuh atau ekspresi tubuh. Sedangkan faktor yang mempengaruhi komunikasi yaitu faktor kemampuan bahasa dan kondisi lingkungan yang tenang, kemudian faktor yang menghambat yaitu faktor bahasa atau kemampuan komunikasi, faktor ketidakonsistenan orang tua dirumah dalam mendidik dan ketidakstabilan emosi anak.
Bagas Ganada - Personal Name
SKRIPSI KPI 939
383
Text
Indonesia
2023
serang
xiii + 74 hlm.: 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...