Detail Cantuman Kembali
Pendekatan Cogntive Behavioral Therapy dalam Mengatasi Prokrastinasi Akademik (Studi di Pondok Pesantren Al-Mubarok Kota Serang Provinsi Banten)
Saat ini, prokrastinasi akademik menjadi salah satu kendala kualitas sumber daya manusia, karena prokrastinasi adalah jenis penundaan yang disengaja dalam menyelesaikan tugas-tugas penting yang dilakukan berulang kali meskipun dia mengetahui bahwa hal itu akan berdampak negatif seperti: perasaan menyesal dan bersalah pada diri sendiri karena kebiasaan menunda mengerjakan tugas, tugas yang dikerjakan kurang optimal karena waktunya terbatas, dan adanya hukuman dari guru mata pelajaran ketika peserta didik gagal mengerjakan dan melewati deadline yang sudah ditentukan. Dari latar belakang di atas maka, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Bagaimana prokrastinasi akademik pada peserta didik di Ponpes Al-Mubarok? 2. Bagaimana penerapan pendekatan CBT dalam mengatasi prokrastinasi akademik di Ponpes Al-Mubarok? 3. Bagaimana hasil penerapan pendekatan CBT dalam mengatasi prokrastinasi akademik pada peserta didik di Ponpes Al-Mubarok? Tujuan dari penelitian ini yaitu: 1. Untuk mengetahui bagaimana prokrastinasi akademik pada peserta didik di Ponpes Al-Mubarok. 2. Untuk mengetahui bagaimana penerapan pendekatan CBT dalam mengatasi prokrastinasi akademik pada peserta didik di Ponpes Al-Mubarok. 3. Untuk mengetahui bagaimana hasil penerapan pendekatan CBT dalam mengatasi prokrastinasi akademik peserta didik di Ponpes Al-Mubarok. Penelitian ini dilaksanakan di Ponpes Al-Mubarok Kota Serang, menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta objek penelitian merupakan santri kelas XI dengan jumlah iii responden sebanyak tiga orang, yaitu: ST, AN, dan APS. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari sampai bulan Mei tahun 2023. Peneliti melakukan proses pendekatan CBT dengan melakukan empat pertemuan diantaranya yaitu pertemuan pertama pelaksanaan membangun hubungan, kedua pelaksanaan mengidentifikasi masalah, ketiga memfasilitasi proses konseling dan keempat yaitu tahap evaluasi. Hasil dari penelitian ini memperlihatkan bahwa setelah melakukan proses pendekatan CBT, responden dapat memahami perubahan cara berpikir dan kini mereka mulai mampu mengurangi prokrastinasi akademik pada dirinya sendiri. Responden dapat menunjukan perkembangan pada keterampilan akademiknyanya sehingga dapat dikatakan berhasil melakukan proses layanan konseling individual dengan pendekatan CBT.
Anggun Tresnaning Tias - Personal Name
SKRIPSI BKI 892
150
Text
Indonesia
2023
serang
xv + 72 hlm.: 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...







