<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="27101">
<titleInfo>
<title>Efektivitas Peraturan Daerah tentang Wajib Belajar Pendidikan Diniyah terhadap Sistem Penerimaan Peserta Didik Baru T. A 2021-2022 (Studi di SMPN 1 Kota Serang, SMPN 1 Baros Kabupaten Serang dan SMPN 1 Pandeglang Provinsi Banten)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Muhamad Sukron</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">serang</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2023</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xxxi + 340</extent>
</physicalDescription>
<note>Latar belakang penelitian ini adalah ditemukannya selisih jumlah lulusan 
MDTA dan jumlah Peserta Didik baru SMP yang diterima saat PPDB yang 
sangat banyak, serta ditemukan satu Pasal dalam Peraturan Daerah justru 
melemahkan pasal lain yang mengharuskan melampirkan Ijazah Diniyah saat 
melakukan pendaftaran ke SMP.
 Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: 1). Implementasi Peraturan 
Daerah tentang Wajib Belajar Pendidikan Diniyah pada Penerimaan Peserta 
Didik SMP, 2). Efektivitas Peraturan Daerah tentang Wajib Belajar 
Pendidikan Diniyah pada Penerimaan Peserta Didik Baru SMP, dan 3). 
Kendala dan solusi pelaksanaan Peraturan Daerah tentang Wajib Belajar 
Pendidikan Diniyah pada Penerimaan Peserta Didik SMP.
 Penelitian ini menggunakan pendekatan gabungan metode kuantitatif dan 
kualitatif (Mixed Method Research) bentuk sekuensial gabungan model 
eksplanatoris sekuensial yakni mengumpulkan data kuantitatif dianalisis, 
hasil analisis dicarikan data dengan metode kualitatif, dianalisa dan 
disimpulkan.
 Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi dan efektivitas 
Peraturan Daerah tentang Wajib Belajar Pendidikan Diniyah pada 
penerimaan Peserta Didik baru SMP belum sepenuhnya ditaati (rata-rata 
60.9% /cukup), dengan rincian; SMPN 1 Kota Serang 80.9% (tinggi), SMPN 
1 Baros 49.7% (agak rendah), SMPN 1 Pandeglang 52.1% (agak rendah).
Bimbingan BTQ dilakukan disela-sela pembelajaran PAI, ekskul BTQ, 
belajar BTQ kepada guru ngaji, kepada orang tua atau mendatangkan guru 
private mengaji. Faktor Peserta Didik tidak melampirkan ijazah Diniyah 
karena tidak belajar/tidak tamat belajar di MDTA. Kendala yang dihadapi, 
sekolah belum mampu mengontrol perkembangan BTQ peserta didik baru 
yang belum mampu BTQ. Solusinya, sekolah membuat buku kontroling 
kehadiran BTQ, dan hasil perkembangannya disampaikan kepada orang 
tua/wali.
 Simpulan penelitian ini adalah implementasi Peraturan Daerah tentang 
Wajib Belajar Pendidikan Diniyah terhadap penerimaan Peserta Didik baru 
TA 2021-2022 di SMPN 1 Kota Serang, SMPN 1 Baros dan SMPN 1 
Pandeglang belum sepenuhnya ditaati oleh sekolah. Hal ini disebabkan 
karena kurangnya sosialisasi, tidak ada sanksi tegas terhadap Peserta Didik 
yang tidak mengaji atau tidak Belajar Pendidikan Diniyah.</note>
<classification>2x7.33</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>TESIS PAI 437</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">TESIS PAI 437</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>TESIS PAI 437</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>27101</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-09-29 10:09:58</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-09-29 10:10:17</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>