<br />
<b>Notice</b>:  Undefined variable: _title_main in <b>/home/perpus/lib/detail.inc.php</b> on line <b>272</b><br />
<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="27039">
<titleInfo>
<title></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Sahrul Hikam</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">serang</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2023</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xiv + 171 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Putusan MK Nomor 91/PUU-XVIII/2020 tentang uji formil UU Nomor 11 
Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Para pemohon berpendapat proses penyusunan 
UU Cipta Kerja tidak sesuai dengan asas keterbukaan sebagaimana diatur UU No. 
12 Tahun 2011. Menurut MK, asas keterbukaan harus melibatkan masyarakat
secara bermakna. Keterlibatan tersebut Mahkamah Konstitsi menyebutnya dengan 
Meaningful Participation. Sebagai respon legislator terhadap Putusan MK tersebut,
dibentuklah UU No. 13 Tahun 2022 Tentang Perubahan Kedua Atas UU No 12 
Tahun 2011 (UU P3). Namun, Meaningful Participation yang dimaksud MK 
sepertinya belum sepenuhnya terserap dalam materi undang-undang No. 13 Tahun 
2022. Selain itu menarik juga untuk dilihat konsep Meaningful Participation
berdasarkan perspektif Siyasah Dusturiyah yang berkembang dalam Islam.
Berdasarkan latar belakang, penulis melakukan penelitian dengan rumusan 
masalah, 1) Bagaimana konsep Meaningful Participation dalam ketetapan putusan 
Mahkamah Konstitusi Nomor 91/PUU-XVIII/2020?. 2) Bagaimana pengaturan 
Meaningful Participation diimplementasikan setelah adanya Putusan Mahkamah 
Konstitusi Nomor 91/PUU-XVIII/2020?. 3) Apa pandangan Fiqh Siyasah 
Dusturiyah terhadap konsep Meaningful Participation yang ada di Indonesia?.
Penelitian ini bertujuan untuk, 1) Mengidentifikasi konsep dan pengaturan 
Meaningful Participation dalam putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 91/PUUXVIII/2020. 2) Menganalisis implementasi konsep Meaningful Participation
setelah Putusan Mahkamah Konstitusi No 91/PUU-XVIII/2020. 3) Mempelajari 
pandangan Siyasah Dusturiyah terhadap Meaningful Participation yang ada di 
Indonesia.
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan jenis penelitian studi pustaka dengan 
metode pendekatan yuridis normatif (perundang-undangan) dan pendekatan 
analitis. Sumber Hukum penelitian ini adalah sumber Hukum primer, sekunder dan 
tersier.
Penelitian ini menghasilkan kesimpulan, 1) Putusan MK Nomor 91/PUUXVIII/2020 membawa perluasan makna partisipasi dengan tiga prasyaratnya;
pertama, hak untuk didengarkan, Kedua, hak untuk dipertimbangkan, ketiga, hak 
untuk memperoleh penjelasan. 2) Dibandingkan dengan partisipasi masyarakat 
yang diatur dalam UU P3 sebelumnya, konsep Meaningful Participation yang 
diadopsi dalam UU P3 Terbaru (UU No 13 Tahun 2022) lebih menekankan 
hubungan dua arah antara masyarakat dengan legislator. Selain itu, penjelasan 
Pasal 5 huruf g mengalami perubahan dengan maksud mempertegas dan 
memperluas prinsip Asas Keterbukaan. 3) Menurut perspektif Siyasah Dusturiyah, 
perluasan makna Asas Keterbukaan yang merupakan bagian dari misi konsep 
Meaningful Participation dapat menghantarkan pada Asas Musyawarah yang 
selalu dihayati oleh Nabi Muhammad SAW dalam kapasitasnya sebagai pemimpin 
agama maupun negara.</note>
<note type="statement of responsibility">Analisis Konsep Meaningful Participation dalam Proses Legislasi di Indonesia Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 91/</note><classification>2x4.98</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI HTN 457</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI HTN 457</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI HTN 457</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>27039</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-09-18 11:32:14</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-09-18 11:32:26</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>