Detail Cantuman Kembali
Inkonsistensi Manusia dalam Beribadah Perspektif Al-Qur’an (Kajian Tematik Tafsīr Fī Ẓilāl al-Qurʻān Karya Sayyid Quṭb)
Manusia dituntut untuk istiqamah dalam menjalankan perintah-Nya, karena ibadah merupakan kebutuhan primer bagi umat manusia. Namun, tidak jarang juga manusia yang lalai dan mengabaikan Allah dalam melaksanakan perintah-Nya. Manusia cenderung mengejar dunia yang padahal sifatnya fana. Seringkali manusia bertolak belakang dengan apa yang ditetapkan Allah SWT. Padahal manusia sangat kuat keinginanya untuk mendapatkan kebaikan serta sangat gelisah terhadap kemudharatan. Hal tersebutlah yang menyebabkan manausia tidak konsisten dalam ibadahnya. Bedasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam skripsi ini adalah: Bagaimana konsep ayat-ayat yang berkaitan dengan Inkonsistensi manusia dalam beribadah?. Bagaimana penafsiran ayat-ayat tentang inkonsistensi manusia dalam beribadah menurut Sayyid Quṭb dalam Tafsīr Fī Ẓilāl al-Qurʻān?. Untuk mengetahui penjelasan tentang inkonsistensi manusia dalam beribadah secara umum. Untuk mengetahui penafsiran ayat-ayat tentang inkonsistensi manusia dalam beribadah menurut Sayyid Quṭb dalam Tafsīr Fī Ẓilāl al-Qurʻān. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (Library Research) dengan menggunakan metode tematik. Dengan metode tersebut, terdapat beberapa ayat yang ditemukan dalam Al-Qur’an yang menyebutkan inkonsistensi perilaku manusia dalam beribadah seperti: Berpaling dari rahmat Allah dalam Q.S. al-Isrā [17]: 67 dan ayat 83, Q.S. Fuṣṣilat [41]: 51, kufur nikmat (mengingkari nikmat Allah) dalam Q.S. an-Naḥl [16]: 112, Q.S. Ibrāhīm [14]: 7, Q.S. asy-Syūrā [42]: 48, Q.S. az-Zumar [39]: 8. Kemudian kufur yang bermakna murtad dalam Q.S. an-Naḥl [16]: 106. Sayyid Quṭb mengatakan tabiat manusia yang menyeleweng, karena mereka tidak dapat mengendalikan hawa nafsu dan syahwatnya sehingga menutup fitrah hatinya. Sebab manusia menjadikan dunia dan kesenangan sebagai tujuan hidupnya, sehingga hanya terpaku pada segala hal yang bersifat lahiriah semata. Mereka banyak berkeluh kesah, tidak bersyukur, angkuh, berputus asa dan hanya berdoa serta mengingat Allah di waktu susah. Padahal, pada hakikatnya fitrah manusia adalah beribadah kepada Allah karena manusia sudah mengikrarkan kesaksian di hadapan Allah.
Via Fathia - Personal Name
SKRIPSI IAT 542
2x4.1
Text
Indonesia
2023
serang
xxii + 71 hlm.; 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...







