Detail Cantuman Kembali

XML

Konsep Jiwa (Nafs) dalam Al-Qur’an (Kajian Tafsir Maudhu’I/Tematik)


Persoalan jiwa (nafs) merupakan diskusi sepanjang zaman yang belum pernah berhenti sampai pada abad milenial ini. Jiwa (nafs) adalah problem yang mengakibatkan banyak pertanyaan dan tiada pernah tuntas terjawab. Berbagai pendekatan dikerahkan, baik teologi, psikologi juga social tetapi belum bisa memuaskan ambisi ilmiah para akademisi. Perbincangan yang masih sangat terbuka tentang konsep jiwa (nafs) mendorong penulis untuk melakukan penelitian yang berjudul: Konsep Jiwa (Nafs) dalam Al-Qur’an (Kajian Tafsir Tematik). Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan dalam skripsi ini adalah: Pertama, Apa saja ayat-ayat jiwa (nafs) dalam al-Qur'an. Kedua, Bagaimana makna jiwa (nafs) di dalam al-Qur'an. Ketiga, Bagaimana mengendalikan dan mengarahkan jiwa (nafs) menurut al-Qur'an? Dalam skripsi ini, penulis memakai pendekatan kualitatif dan jenis penelitian nya kepustakaan (library research). Dengan menggunakan pendekatan berbasis literatur, maka penulis berusaha mengumpulkan data tekstual berupa artikel ilmiah dan hasil penelitian terbaru. Adapun metode yang penulis gunakan untuk menganalisis permasalahan ini adalah tafsir maudhu'I atau tematik. Hasil dari skprisi ini, menunjukkan bahwa banyak lafadz dalam al-Qur'an yang di maknai dengan jiwa (nafs), yang kaya dan konteks yang beragam. Istilah-istilah tersebut adalah nafs, aql, ruh, qalb, dan shudur mereka semua merupakan dimensi sertaan pada jiwa (nafs) yang memiliki peran strategis dalam membimbing jiwa supaya tetap di jalan kebaikan. Jiwa (nafs) merujuk kepada sisi kebaikan dan keburukan. Jiwa (nafs) positif yang selalu dapat mengendalikan diri dari nafsunya menuju kebaikan dan jiwa (nafs) negative yang selalu menuruti nafsunya. Dan juga tidak sedikit ayat dalam al-Qur'an yang menganjurkan manusia agar selalu mengendalikan dan mengarahkan jiwa (nafs). Dari sini dapat di simpulkan bahwa manusia dikarunia oleh Allah SWT dengan jiwa (nafs) yang dengannya jiwa (nafs) manusia dapat dihidup menjalankan fungsinya sebagaimana mestinya. Bersama jiwa (nafs) lah manusia beribadah, bersama jiwa (nafs) lah manusia beraktivita, bersama jiwa (nafs) lah manusia belajar.
Alvy Madhany - Personal Name
SKRIPSI IAT 537
2x1.3
Text
Indonesia
2021
serang
xxi + 162 hlm.; 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...