<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="26857">
<titleInfo>
<title>Konseling Rational Emotive Behavioral Therapy (REBT) pada Remaja Akhir yang Mengalami Trust Issue (Studi di Link. Sadik, Desa Pager Agung, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, Provinsi Banten) (Studi di Link. Sadik, Desa Pager Agung, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, Provinsi Banten)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Lisa Octavianti</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">serang</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2023</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xiv + 79 hlm.: 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Remaja adalah masa transformasi dari kehidupan anak-anak menuju kehidupan dewasa, dalam pertumbuhan menuju kehidupan dewasa seorang remaja akan mengalami berbagai macam konflik dan tekanan jiwa seperti konflik dengan orang tua, teman sebaya, lawan jenis, bahkan konflik dengan diri sendiri. Dari konflik-konflik yang terjadi pada remaja ternyata bisa berdampak negatif yaitu timbulnya perilaku trust issue. Di Link. Sadik, Desa Pager Agung, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, Provinsi Banten terdapat tiga responden remaja akhir berinisial S,NA, dan M mengalami trust issue yang berdampak pada perilaku responden yang selalu berpikir jika orang lain akan menyakiti dirinya, merasa takut jika ada laki-laki yang mendekatinya, dan menjauhkan diri dari orang lain. Dari uraian tersebut, peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Peneliti juga melakukan layanan konseling Rational Emotive Behavioral Therapy (REBT) dengan tujuan yang ingin dicapai yaitu: 1) untuk mengetahui kondisi remaja akhir yang mengalami trust issue. 2) untuk menerapkan bagaimana konseling Rational Emotive Behavioral Therapy (REBT) dalam membantu remaja akhir yang mengalami trust issue. Dengan penerapan konseling Rational Emotive Behavioral Therapy (REBT) dapat diketahui pemicu trust issue dapat dibantah dengan menggambarkan bahwa masih banyak orang yang memiliki hati yang baik. Hasil penerapan konseling Rational Emotive Behavioral Therapy (REBT) kepada tiga responden yang mengalami trust issue yaitu dua responden yang berinisial S dan NA dapat dikatakan berhasil karena dapat menunjukan perubahan perilaku trust issue nya, sedangkan responden yang berinisial M bisa dikatakan belum berhasil karena M masih belum bisa memaafkan ayahnya.</note>
<classification>150</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI BKI 858</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI BKI 858</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI BKI 858</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>26857</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-08-21 10:25:02</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-02-23 13:40:03</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>