Detail Cantuman Kembali

XML

Pengaruh Kenaikan Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Bersubsidi Terhadap Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (Studi Pada Kelurahan Cikerai Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, Banten)


Kekayaan sumber daya alam yang dimiliki oleh Indonesia seperti hasil tambang dan minyak bumi mendorong Indonesia masuk sebagai salah satu anggota OPEC (Organization of the Petroleum Exporting Countries). Suplai minyak dari OPEC yang berkurang akibat konflik Rusia-Ukraina yang membuat kerusakan pada salah satu pipa menjadi salah satu penyebab terjadinya kenaikan harga BBM pada tahun 2022. Tingginya harga minyak dunia membuat subsidi yang harus dikeluarkan pemerintah semakin membengkak, oleh sebab itu pemerintah memutuskan untuk mencabut subsidi BBM dan menaikkan harga jual BBM pada tanggal 3 September 2022. BBM berperan penting dalam kehidupan sehari-hari, akibat adanya kenaikan harga BBM ini membuat beberapa sektor terdampak dan turut serta mengalami kenaikan harga ataupun biaya. Penelitian ini dilakukan kepada masyarakat Kelurahan Cikerai Kecamatan Cibeber Kota Cilegon yang difokuskan pada tiga lingkungan yang berada dalam cakupan Rukun Warga (RW) 001, yakni Lingkungan Tegal Maja, Lingkungan Pedali dan Lingkungan Ciputri. Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1.) Bagaimana pengaruh kenaikan harga BBM bersubsidi terhadap pengeluaran konsumsi rumah tangga masyarakat Kelurahan Cikerai Kecamatan Cibeber Kota Cilegon Banten secara parsial? 2.) Seberapa besar pengaruh kenaikan harga BBM bersubsidi terhadap pengeluaran konsumsi rumah tangga masyarakat Kelurahan Cikerai Kecamatan Cibeber Kota Cilegon Banten? Adapun tujuan dari penelitian ini yakni 1). Untuk mengetahui bagaimana pengaruh kenaikan harga BBM bersubsidi terhadap pengeluaran konsumsi rumah tangga masyarakat Kelurahan Cikerai Kecamatan Cibeber Kota Cilegon Banten secara parsial. 2). Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kenaikan harga BBM bersubsidi terhadap pengeluaran konsumsi rumah tangga masyarakat Kelurahan Cikerai Kecamatan Cibeber Kota Cilegon Banten. Metode yang digunakan yakni kuantitatif deskriptif dengan menggunakan uji regresi linear sederhana. Model uji asumsi klasik yang digunakan yakni uji normalitas, uji linearitas dan uji heterokedastisitas. Uji hipotesis menggunakan uji t, uji koefisien korelasi dan koefisien determinasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel kenaikan harga BBM bersubsidi berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengeluaran konsumsi rumah tangga dengan nilai t hitung lebih besar dari t tabel (3,561 > 1,993) serta nilai signifikansinya adalah 0,001 lebih kecil dari 0,05. Pengeluaran konsumsi rumah tangga sebelum terjadi kenaikan harga BBM bersubsidi rata-rata Rp. 1.663.514 dan setelah terjadi kenaikan harga BBM bersubsidi naik menjadi Rp.1.836.486 per bulannya. Nilai koefisien determinasi adalah 0,150 berarti kenaikan harga BBM bersubsidi mampu menjelaskan atau mempengaruhi pengeluaran konsumsi rumah tangga sebesar 15%, sedangkan sisanya 85% dipengaruhi oleh faktor lain diluar kenaikan harga BBM bersubsidi.
Eka Yuliani - Personal Name
SKRIPSI ES 940
330
Text
Indonesia
2023
serang
xviii + 95 hlm.: 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...