<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="26774">
<titleInfo>
<title>Aplikasi Maximum Entropy untuk Memprediksi Habitat Potensial Etlingera heliconiifolia (K.Schum.) A.D.Poulsen sebagai Dampak Perubahan Iklim di Pulau Sulawesi</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Siti Sumiati Solihat</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">serang</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2023</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xv + 72 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Perubahan iklim berpengaruh terhadap distribusi spesies tumbuhan. Etlingera
heliconiifolia merupakan tumbuhan endemik Pulau Sulawesi bagian utara
dengan status konservasi berupa rentan (vulnerable). Penelitian ini bertujuan 
untuk mengetahui distribusi spasial dan habitat potensial E. heliconiifolia saat
ini dan masa depan, serta mengetahui faktor lingkungan pendukung 
pertumbuhannya. Data kehadiran yang digunakan berupa titik koordinat E. 
heliconiifolia yang diperoleh dari koleksi herbarium dan database online.
Faktor lingkungan yang digunakan sebanyak 25 variabel (iklim, topografi,
dan tanah), sedangkan data iklim di masa depan yang digunakan berupa
model MIROC6 dengan skenario SSP245 dan SSP585 pada tahun 2050 dan 
2070. Seleksi variabel lingkungan dilakukan dengan menggunakan uji
multikolinearitas. Pembuatan model distribusi habitat potensial dilakukan 
dengan menggunakan algoritma maximum entropy dengan validasi 
menggunakan 10-fold cross validation. Performa model Maxent dianalisis
berdasarkan nilai AUC, sedangkan kontribusi variabel lingkungan dianalisis
menggunakan uji Jackknife. Hasil penelitian yang diperoleh berupa 11 titik 
kehadiran E. heliconiifolia yang terletak di Provinsi Sulawesi Utara dan 
Sulawesi Tengah. Dari uji multikolinearitas dihasilkan 8 variabel lingkungan
yang digunakan dalam pembuatan model. Performa model Maxent berada
pada kategori sangat baik dengan nilai rata-rata AUC 0,976 dan standar 
deviasi 0,042. Variabel lingkungan yang paling berpengaruh terhadap 
kehadiran E. heliconiifolia yaitu bio18 (curah hujan kuartal terhangat) dan 
bio3 (isotermal). Habitat potensial E. heliconiifolia kategori tinggi pada saat 
ini memiliki luas areal sekitar 1.544 km2
(0,83% dari luas Pulau Sulawesi). 
Perubahan iklim menyebabkan peningkatan luas habitat potensial E.
heliconiifolia untuk kategori tinggi pada tahun 2050 dengan luas 5.221 km2
(SSP245) dan 6.178 km2
(SSP585), serta pada tahun 2070 meningkat menjadi 
11.843 km2
(SSP245) dan 12.264 km2
(SSP585).</note>
<classification>580</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI BIO 008</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI BIO 008</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI BIO 008</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>26774</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-08-10 13:46:18</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-08-10 13:46:31</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>