<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="26711">
<titleInfo>
<title>Fenomena Ghosting dan Ingkar Janji dalam Perspektif Al-Qur’an (Studi Atas Kitab Taisīr al-Karīm al-Raḥmān fī Tafsīr al-Kalām al-Mannān Karya Syaikh Abdurraḥmān bin Nāshir as-Sa’di)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Devi Alviani</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">serang</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2022</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xix + 70 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Dewasa ini, banyak kata gaul yang muncul dikalangan anak muda, 
kata ghosting menjadi salah satu yang paling populer digunakan. Ghosting 
yang dimaksud bukan diartikan dengan “dihantui” seperti pengertian dalam 
Bahasa Inggris pada umumnya. Namun, fenomena ghosting ini yaitu suatu 
istilah yang menunjukkan tindakan mengakhiri hubungan yang dilakukan 
dengan cara menghilang secara tiba-tiba tanpa memberikan penjelasan 
sebelumnya.
Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam 
skripsi ini adalah pengertian dan ungkapan terhadap ghosting dalam AlQur’an. Bagaimana pemahaman para Ulama terhadap fenomena ghosting. 
Serta bagaimana Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di menafsirkan ayatayat tentang ghosting dan ingkar janji. Oleh karena itu penulis ingin 
mengetahui ungkapan ghosting dalam Al-Qur’an. Bagaimana pemahaman 
ulama terhadap ghosting. Serta bagaimana Syaikh- as-Sa’di menafsirkan ayat 
tentang ghosting dan ingkar janji.
Dengan menggunakan ayat-ayat Al-Qur’an, jadikan sebagai sumber 
primer dari penelitian ini, khususnya ayat mengenai pemenuhan janji. Namun 
karena penelitian ini menggunakan metode tematik yaitu metode yang 
digunakan untuk menggali dan memahami ayat Al-Qur’an dengan cara focus 
pada tema yang diambil Oleh karena itu penulis focus kepada Kitab Taisīr 
al-Karīm al-Raḥmān fī Tafsīr al-Kalām al-Mannān atau nama lain Kitab 
as-Sa’di untuk dijadikan pegangan. 
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa bahwa janji memiliki 
kedudukan yang sangat penting dalam Islam. Islam melarang untuk tidak 
seenaknya mengucapkan janji jika tidak memiliki keyakinan untuk bisa 
menepatinya. Namun di sisi lain, janji merupakan satu hal yang wajib ditaati. 
Sebab, beberapa ayat dalam Al-Qur’an pun mewajibkan hal tersebut. “Hai 
orang-orang yang beriman, penuhilah akad-akad itu.” (QS Al-Maidah : 1). 
Begitupun sebagaimana firman Allah dalam surat An-Nahl 91-92 yang 
menjelaskan tentang pentingnya menepati janji.</note>
<classification>2x1.3</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI IAT 528</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI IAT 528</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI IAT 528</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>26711</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-08-09 09:52:44</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-08-09 09:52:58</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>