<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="26696">
<titleInfo>
<title>Cadar dan Star Syndrome di Era Modern (Studi Komparatif Tafsir Al-Munir Karya Wahbah Zuhaili dan Tafsir Hasyiyah As-Sawi la Tafsir al-Jalalain Karya Muhammad As-Sawi)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Eneng St Rohmah</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">serang</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2023</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xxv + 90 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Cadar merupakan kain yang dikenakan wanita muslimah untuk menutupi wajahnya. 
Para ulama baik dari kalangan fukaha dan mufassir masih memperdebatkan terkait 
penggunaan cadar mengenai hukum yang berlaku pada penggunaan cadar oleh wanita 
muslimah, bahkan hingga di era sekarang. Selain itu fenomena penggunaan cadar ini 
masih menjadi masalah di negara Indonesia ini, karena dianggap masih asing di 
kalangan masyarakat luas ditambah terdapat beberapa pihak yang memperkeruh situasi 
dengan menggunakan cadar tanpa memahami dari esensi cadar itu sendiri.
Di dalam skripsi ini penulis mengangkat 2 tokoh yang berbeda mengenai pandangan 
tentang hukum menggunakan cadar, tokoh itu adalah Wahbah Zuhaili serta Muhammad 
As- a w . Skripsi ini mengangkat dua permasalahan yaitu: pertama, Bagaimana 
pendapat ahbah uhaili dan Muhammad As- a w memandang cadar mengenai
hukum dan batasan auratnya yang terdapat dalam tafsir karangannya?. Kedua, 
Bagaimana Selebgram Star Syndrome memaknai cadar?. Maka tujuan dari penulisan 
skripsi ini adalah mengetahui pendapat kedua tokoh mengenai hukum menggunakan 
cadar dan mengetahui apasaja batasan aurat yang ditetapkan oleh kedua tokoh mufassir 
tersebut, serta mengetahui bagaimana pandangan Selebgram Star Syndrome dalam 
memahami dari pada esensi cadar.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif (Library 
Research) dengan studi komparatif, yakni penulis berusaha mengkaji kedua tokoh 
tersebut untuk membandingkan pemikiran keduanya sehingga diketahui terkait 
persamaan dan perbedaan pendapat dari tokoh tersebut. Dengan mengkaji buku-buku 
dan literasi terkait serta pendapat yang bisa memperkuat pendapat dari kedua tokoh ini, 
dengan begitu data yang diberikan bisa dipertanggung jawabkan.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa, menurut pendapat Wahbah Zuhaili 
penggunaan cadar oleh wanita muslimah itu wajib, sesuai dengan ketentuan beliau 
dalam menentukan batasan aurat seorang wanita yaitu bahwa seluruh anggota tubuh 
wanita ketika di luar shalatnya merupakan aurat, maka wajib ditutupinya. Sedangkan 
pendapat dari tokoh kedua Muhammad As- a w berpendapat bahwa penggunaan cadar 
oleh wanita muslimah merupakan sebuah kebolehan, hal ini karena As- a w 
menentukan batasan aurat wanita itu seluruh tubuh wanita namun terdapat pengecualian 
di dalamnya, pengecualian itu di antaranya adalah wajah, termasuk juga punggung 
tangan dan telapak tangan dengan tidak diiringi maksud untuk membangkitkan nafsu 
seksual orang-orang yang menatapnya. Namun di era modern ini muncul beberapa 
permasalahan baru yang bisa merusak esensi cadar oleh pada oknum yang tidak 
bertanggung jawab. Terdapat Selebgram Star Syndrome yang justru memanfaatkan 
penggunaan cadar demi keuntungan pribadinya, ingin menaikkan popularitas serta 
mendapatkan banyak pujian dari penampilan yang dilakukannya. Dengan menggunakan 
hiasan-hiasan, celak mata, serta serta soft lens yang besar untuk memperindah bentuk 
mata, justru hal ini merusak esensi cadar serta kesederhanaan pada penggunaan cadar 
itu.</note>
<classification>2x1.3</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI IAT 526</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI IAT 526</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI IAT 526</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>26696</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-08-07 15:47:20</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-08-07 15:48:08</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>