Detail Cantuman Kembali

XML

Manajemen Waktu dalam Perspektif Hadis (Studi Pemahaman Hadis)


Manajemen waktu penting untuk dilakukan, terdapat banyak
hadis yang memberikan penjelasan tentang bagaimana seharusnya
mengatur atau mengelola waktu. Sebagaimana dijelaskan dalam hadis
Shahih Bukhariy no. 5937 tentang jangan menunda-nunda, hadis
Musnah Ahmad no. 10354 tentang gunakan kesempatan, hadis Sunan
Tirmizi no. 2239 tentang meninggalkan yang tidak bermanfaat dan lain
lain sebagainya. Hadis-hadis tersebut perlu dikaji untuk mendaptkan
gambaran utuh bagaimana kita dapat manajemen waktu dengan baik.
Sebab melihat Realitanya dalam kehidupan masyarakat salah satunya di
kalangan pelajar seperti pelajar yang sedang menempuh pendidikan di
perguruan tinggi belum dapat mengelola waktunya dengan baik mereka
banyak yang menunda-nunda tugas akhirnya dengan alasan yang
bervariatif sehingga berpengaruh terhadap kelulusannya. Oleh sebab itu
perlu pemahaman terhadap pentingnya dalam manajemen waktu yang
baik terutama pemahaman terhadap isi kandungan hadisnya.
Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam
skripsi ini adalah: 1). Bagaimana kualitas hadis-hadis manajemen
waktu? 2). Bagaimana pemahaman terhadap isi kandungan hadis-hadis
manajemen waktu?
Adapun tujuan skripsi ini 1). Untuk mengetahui kualitas hadishadis manajemen waktu. 2). Untuk mengetahui pemahaman terhadap isi
kandungan hadis-hadis manajemen waktu.
Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode kualitatif
dengan menggunakan metode kepustakaan (library research) dan
penelitian lapangan (field research).
Hasil dari skripsi ini, sebagai berikut: Kualitas Hadis-hadis yang
membahas tentang manajemen waktu yang terdapat dalam kitab Ṣaḥīh
Bukhāriy no. 5937, Sunan Ibnu Mājah no. 4160, Musnad Aḥmad
no.10354, Sunan Tirmiżiy no. 2341, Sunan Tirmiżiy no. 2239, semuanya
berkualitas Shahih. Pemahaman terhadap isi kandungan hadis
manajemen waktu dalam hadis Ṣaḥīh Bukhāriy nomor 5937, bahwa
makna hadis ini adalah anjuran untuk tidak menunda-nunda setiap
pekerjaan, Selagi mampu untuk melakukan sesuatu saat itu juga maka
lakukanlah sesuai kemampuan kita, supaya terhindar dari sikap
pemborosan terhadap waktu. Hadis Sunan Ibnu Mājah nomor 4160,
makna hadis ini adalah setiap manusia yang lalai atau melakukan
pemborosan terhadap waktu maka ia termasuk orang yang tertipu dan
merugi. Hadis Musnad Aḥmad nomor 10354, pemahaman terhadap
makna hadis ini adalah selagi ada kesempatan untuk melakukan hal-hal
yang baik dan bermanfaat maka gunakanlah kesempatan itu sebelum
datangnya suatu cobaan yang dapat menghambat segala aktivitas
pekerjaan yang kita lakukan. Hadis Sunan Tirmiżiy nomor 2341, makna
hadis ini adalah semua waktu yang digunakan akan dimintai
pertanggungjawaban diakhirat kelak. Hadis Sunan Tirmiżiy no. 2239,
pemahaman terhadap hadis ini adalah seseorang muslim yang baik
tentuya tidak akan menggunakan waktunya dengan hal-hal yang tidak
berguna.
Herni Indriani - Personal Name
SKRIPSI IH 98
2x2
Text
Indonesia
2022
serang
xxiii + 89 hlm.; 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...