<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="26683">
<titleInfo>
<title>Kualitas Hadis-Hadis tentang Ākḥlāqul Kārimāḥ Anak terhadap Orang Tua dalam Kitab Ihya Ulumiddin Karya Imam Al-Ghazali</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Alpiah</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">serang</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2022</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xxv + 134 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Penelitian tentang Akhlakq ini melatar belakangi banyaknya 
anak yang tidak sadar akan pentingnya sebuah kesopanan, etika dan 
moral yang tidak mengarah secara islami dengan baik, namun masih 
banyak juga akan ketidak sadaran mereka mengenai pentingnya 
Ākḥlāqul Kārimāḥ anak terhadap kedua orang tua. Sedangkan 
penelitian kitab Ihya „Ulumiddin di latar belakangi oleh adanya 
kontropersial oleh sebagian ulama, pada pengkritikan para ulama yang 
kontra adalah karena warna tasawuf yang sangat kental dalam kitab
„Ihya bahkan ada beberapa ungkapan Imam Al-Ghazali yang dinilai 
sudah keluar dari jalan syariat, Oleh karenanya penulis perlu mengkaji 
sebagian kecil hadis-hadisnya dalam kitab ini sehingga bisa dijadikan 
sebagai rujukan.
Berdasarkan latar belakang diatas, maka penulis mencantumkan 
rumusan masalah dalam skripsi ini adalah: 1). Bagaimana kualitas 
hadis-hadis tentang Ākḥlāqul Kārimāḥ Anak terhadap orang tua dalam 
kitab Ihya 'Ulumiddin? 2). Bagaimana penjelasan Al-Ghazali dan
Ulama tentang Hadis-hadis Ākḥlāqul Kārimāḥ Anak terhadap orang tua
dalam kitab Ihya 'Ulumiddin? 
Adapun tujuan dari dari akripsi adalah: 1). Untuk mengetahui 
kualitas hadis-hadis tentang Akhlaqul Karimah Anak terhadap orang 
tua dalam kitab Ihya 'Ulumiddin. 2). Untuk Mengetahui penjelasan AlGhazali dan Ulama mengenai Hadis-Hadis tentang Akhlakul Karimah
anak terhadap orang tua.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah 
menggunakan Studi Pustaka (Library Researceh), yaitu metode 
penelitian kepustakaan yang bersifat deskriptif, dengan berbagai 
macam bantuan buku-buku atau data-data yang berupa karya ilmiah, 
baik skripsi, makalah, jurnal dan lainnya. Adapun sumber data primer 
yaitu data asli yang bersumber langsung dari Kitab Ihya „Ulumiddin, 
sedangkan sumber data sekunder adalah kitab-kitab hadis terutama 
kitab Kutub at-Tis‟ah yang memuat hadis yang akan diteliti. Hasil dari skripsi ini sebagai berikut: pada skripsi ini mengurai 
tentang kualitas hadis Ākḥlāqul Kārimāḥ yang terdapat pada kitab Ihya 
„Ulumiddin, yang pertama mengurai tentang hadis Hak Orang Tua 
yang di riwayatkan oleh Ṡaḥīḥ Muslim Nomor (2779), Sunan AtTirmidżī nomor (1829), Sunan Ibn Mājah nomor (3649), Musnad 
Ahmad nomor (6846). Pada hadis berikutnya yang membahas tentang 
berbakti kepada orang tua lebih utama dari jihad diriwayatkan oleh 
Sunan At-Tirmidżī nomor (1594), dan Sunan An-Nasa’i nomor (3052).
Kemudian hadis berikutnya tentang amalan yang paling utama adalah 
berbakti kepada orang tua yang hadisnya diriwayatkan oleh Ṡaḥīḥ AlBukhārī nomor (496), Ṡaḥīḥ Muslim nomor (120,) Sunan An-Nasa’i 
nomor (606), dan Imam Ahmad nomor (3695). 
Kemudian pada hadis pertama tentang Hak Orang tua, menurut 
pendapat Ijma Ulama, M. Nashirudin Al-Albani, Abu Thahir Zubair 
„ali Zai, Syu‟aib Al-Arnauth dan Ahmad Syakir bahwa hadis yang 
diriwayatkan oleh Ṡaḥīḥ Muslim nomor 2779, Sunan At-Tirmidżī nomor 
1829, Sunan Ibn Mājah nomor 3649, dan Imam Ahmad nomor 6846
bahwa sanad hadisnya berkualitas Ṡaḥīḥ. Pada hadis kedua tentang 
berbakti kepada orang tua lebih utama dari jihad, menurut pendapat 
ulama M. Nashiruddin Al-Albani dan Abu Thahir Zubair „Ali Zai
bahwa hadis yang diriwayatkan oleh At-Tirmidżī nomor 1594 dan 
Sunan An-Nasa‟i nomor 3052 sanadnya berkualitas Ṡaḥīḥ. Pada hadis 
ketiga tentang amalan yang paling utama adalah berbakti kepada orang 
tua, menurut pendapat ulama Syu‟aib Al-Arnauth, Ahmad Syakir, M. 
Nashiruddin Al-Albani dan Abu Thahir Zubair „Ali Zai pada hadis 
yang diriwayatkan oleh Ṡaḥīḥ Al-Bukhārī nomor 496, Ṡaḥīḥ Muslim
nomor 120, Imam Ahmad nomor 3695, Imam An-Nasa‟i nomor 606
memberikan pendapat bahwa kualitas sanad hadisnya Ṡaḥīḥ.</note>
<classification>2x2</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI IH 97</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI IH 97</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI IH 97</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>26683</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-08-04 15:48:13</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-08-04 15:48:29</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>