Detail Cantuman Kembali

XML

Kuriositas dalam Perspektif Hadis (Studi Tematik)


Penelitian ini dilatar belakangi oleh munculnya kata kepo yakni
bahasa gaul anak muda yang semakin menjamur di era modernisasi saat ini.
Kata kepo pun disebut dengan istilah “kuriositas”. Hadis-hadis yang
menerangkan kuriositas sangat beragam dalam Mashadir Ashliayah dari
Maktabah Syamilah, Hadis Soft dan Ensiklopedi Hadis Kitab 9 Imam.
Sehingga perlu penjelasan yang spesifik tentang kuriositas.
Terdapat tiga permasalahan yang peneliti kaji: (1) Apa yang
dimaksud kuriositas? (2) Apa saja hadis-hadis yang membahas tentang
kuriositas? (3) Bagaimana kuriositas dalam perspektif hadis? Sehingga
tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Mengetahui konsep kuriositas; (2)
Mengetahui pembahasan hadis-hadis tentang kuriositas; (3) Mengetahui
kuriositas dalam perspektif hadis.
Metode penelitian yang peneliti gunakan untuk menjawab
permasalahan tersebut adalah jenis pendekatan kualitatif dengan metode
studi kepustakaan (Library Research) dan metode analisis data deskriptifmetode grounded theory. Penelitian ini menggunakan studi kajian hadis
tematik. Yaitu sebuah kajian terhadap berbagai hadis yang terdapat dalam
sumber primer dengan tema yang sama, kualitas hadis dapat diterima,
dilakukan berdasarkan prosedur ilmiah dan diorientasikan untuk keperluan
yang praktis dan relevan dengan kondisi kontemporer.
Hasil penelitian ini melalui metode dan langkah-langkah yang telah
disebut pada metode penelitian di atas menunjukkan bahwa hadis-hadis yang
memiliki kesatuan berdasarkan tema kuriositas ditemukan 17 sample hadis.
Setelah dilakukan grouping codes into themes, 17 hadis tersebut diklasifikasi
ke dalam 3 tema kuriositas yang masing-masingnya terdiri dari 3 hingga 5
sub tema. Para ulama menjelaskan bahwa kuriositas dikategorikan menjadi
dua macam berdasarkan hadis. Pertama, kuriositas positif. Kedua, kuriositas
negatif.
Dea - Personal Name
SKRIPSI IH 99
2x2.1
Text
Indonesia
2023
serang
xxii + 86 hlm.; 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...