<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="26679">
<titleInfo>
<title>Kuriositas dalam Perspektif Hadis (Studi Tematik)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Dea</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">serang</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2023</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xxii + 86 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Penelitian ini dilatar belakangi oleh munculnya kata kepo yakni 
bahasa gaul anak muda yang semakin menjamur di era modernisasi saat ini. 
Kata kepo pun disebut dengan istilah “kuriositas”. Hadis-hadis yang 
menerangkan kuriositas sangat beragam dalam Mashadir Ashliayah dari 
Maktabah Syamilah, Hadis Soft dan Ensiklopedi Hadis Kitab 9 Imam. 
Sehingga perlu penjelasan yang spesifik tentang kuriositas.
Terdapat tiga permasalahan yang peneliti kaji: (1) Apa yang 
dimaksud kuriositas? (2) Apa saja hadis-hadis yang membahas tentang 
kuriositas? (3) Bagaimana kuriositas dalam perspektif hadis? Sehingga 
tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Mengetahui konsep kuriositas; (2)
Mengetahui pembahasan hadis-hadis tentang kuriositas; (3) Mengetahui 
kuriositas dalam perspektif hadis.
Metode penelitian yang peneliti gunakan untuk menjawab 
permasalahan tersebut adalah jenis pendekatan kualitatif dengan metode 
studi kepustakaan (Library Research) dan metode analisis data deskriptifmetode grounded theory. Penelitian ini menggunakan studi kajian hadis 
tematik. Yaitu sebuah kajian terhadap berbagai hadis yang terdapat dalam 
sumber primer dengan tema yang sama, kualitas hadis dapat diterima, 
dilakukan berdasarkan prosedur ilmiah dan diorientasikan untuk keperluan 
yang praktis dan relevan dengan kondisi kontemporer.
Hasil penelitian ini melalui metode dan langkah-langkah yang telah 
disebut pada metode penelitian di atas menunjukkan bahwa hadis-hadis yang 
memiliki kesatuan berdasarkan tema kuriositas ditemukan 17 sample hadis. 
Setelah dilakukan grouping codes into themes, 17 hadis tersebut diklasifikasi 
ke dalam 3 tema kuriositas yang masing-masingnya terdiri dari 3 hingga 5
sub tema. Para ulama menjelaskan bahwa kuriositas dikategorikan menjadi 
dua macam berdasarkan hadis. Pertama, kuriositas positif. Kedua, kuriositas 
negatif.</note>
<classification>2x2.1</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI IH 99</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI IH 99</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI IH 99</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>26679</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-08-04 14:41:40</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-08-04 14:41:56</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>