<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="26632">
<titleInfo>
<title>Pengelolaan Zakat Produktif Terhadap Pemberdayaan Ekonomi Berdasarkan UU No.23 Tahun 2011 Tentang Pengelolaan (Studi di BAZNAS Kota Serang)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Siti Meylinda Julaeha</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">serang</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2023</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xii + 86 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Mengeluarkan zakat merupakan kewajiban bagi setiap muslim. Tidak 
dapat dipungkiri bahwa zakat sangat berpotensi sebagai sarana yang efektif dalam 
memberdayakan ekonomi masyarakat, karena Allah SWT telah menentukan 
rezeki bagi tiap-tiap manusia. Orang yang diberikan rezeki lebih oleh Allah 
memiliki tanggungjawab untuk membantu kelompok lain yang kekurangan secara 
Islam melalui zakat, ifaq, dan shadaqah. Namun demikian, upaya dalam menggali 
potensi dan optimalisasi peran zakat di BAZNAS Kota Serang belum sepenuhnya 
tergarap dengan maksimal, karena peran zakat belum terlaksana secara efektif dan 
efesien. Banyak faktor yang meyebabkan manfaat dari zakat ini belum terasa 
maksimal. Diantaranya adalah lemahnya terhadap motivasi keagamaan dan 
kesadaran keIslaman pada mayoritas masyarakat sehingga rendahnya kesadaran 
masyarakat dalam menunaikan kewajiban membayar zakat, kurangnya 
pengawasan dari lembaga pengelola zakat dalam pendistribusian zakat sehingga 
pihak yang seharusnya mendapatkan zakat tidak mendapatkan haknya karena 
terdapat 8 golongan yang berhak dalam mendapatkan zakat tersebut.
Berdasarkan latar belakang diatas, perumusan masalah dalam penelitian 
ini adalah : 1). Bagaimana pengelolaan zakat produktif terhadap pemberdayaan 
ekonomi pada mustahik?, 2). Bagaimana sistem penerimaan dan penyaluran zakat 
produktif pada mustahik di BAZNAS Kota Serang?
Penelitian ini bertujuan untuk : 1). Dapat memahami dari pengelolaan 
zakat produktif terhadap pemberdayaan ekonomi mustahik, 2). Serta memahami 
dalam sistem penerimaan dan penyaluran zakat produktif pada mustahik di 
BAZNAS Kota Serang. 
Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode kualitatif deskriptif dan 
untuk mengkaji data dari penelitian lapangan (Field Research) yang dilakukan 
dengan cara terjun ke lapangan dimaksudkan untuk memahami fakta dan data 
yang diperlukan dan memang terjadi di masyarakat. Teknik pengumpulan data 
yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Serta sumber data 
yang digunakan adalah data primer dan sekunder, data primer dalam penelitian ini 
melalui wawancara langsung dengan pihak yang terlibat dan untuk data sekunder 
merupakan data yang penulis kumpulkan untuk mendukung dari data primer 
tersebut seperti jurnal akademik, buku, dan sumber kajian lainya yang berkaitan 
dengan penelitian sehingga dapat dijadikan referensi dalam penelitian.
Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa dalam pengelolaan zakat 
produktif sudah sesuai dengan pilar integrasi yang tertera dalam UU Pengelolaan 
Zakat, yakni terdapat pada tahap perencanaan strategis, tahap pelaporan zakat, dan 
tahap evaluasi. Dan untuk Sistem Penerimaan pada calon mustahik, berdasarkan 
fakta yang ditemukan dilapangan dalam 3 program yang sudah berjalan di 
BAZNAS Kota Serang dalam zakat produktif belum sepenuhnya optimal dan 
efesien, karena masih terdapat ketidaksesuaian pada SOP (Standar Oprasional
Prosedur) dalam program yang terkait yakni pada program UMKM. Dapat 
disimpulkan bahwasanya dalam sistem penerimaan pada program UMKM tidak 
terdapat Analisa terlebih dahulu. Serta untuk Sistem Penyaluran BAZNAS Kota 
Serang lebih memprioritaskan terhadap fakir dan miskin. Karena fakir miskin 
mendapatkan persentase dalam zakat BAZNAS Kota Serang 70%. Namun untuk
asnaf lainnya tetap mendapatkan haknya.</note>
<classification>2x4.14</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI HES 637</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI HES 637</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI HES 637</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>26632</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-08-02 14:34:25</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-08-02 14:34:41</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>