<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="26603">
<titleInfo>
<title>Implementasi Program Pendidikan Karakter Di SD Peradaban Cilegon</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Hifni</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">serang</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2023</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xiv + 98 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Penelitian ini adalah kualitatif. Melalui penelitian ini, peneliti bertujuan dapat menganalisis Pendidikan karakter yang ada di SD Peradaban Cilegon, strategi Pendidikan karakter yang meliputi moral knowing, moral loving dan moral doing. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa strategi moral knowing meliputi: tes psikologi Ketika siswa hendak masuk sekolah, merencanakan Pendidikan karakter melalui RPP, menyampaikan nilai-nilai karakter melalui metode ceramah, informasi karakter, kegiatan ekstrakurikuler, dan evaluasinya dilakukan dengan lembar penilaian Pendidikan karakter siswa, atau melalui kegiatan berkelompok. Sedangkan moral loving dilakukan melalui keteladanan guru atau tokoh, kegiatan ekstrakurikuler, berkunjung ketempat inspiratif seperti makam pahlawan, nonton film karakter, kegiatan terapi sebaya, kegiatan relegius, dan hukuman yang menyadarkan siswa. Sedangkan srtategi moral doing dilakukan seperti saling membantu, memungut sampah secara Bersama dan berkala, masuk ke kelas dengan kaki kanan dan berdo‟a, berdo‟a hendak memulai pelajaran, bertutur dan bersikap dengan sopan, shalat dhuha dan dzuhur berjamaah dan menyusun barangbarang sesuai pada tempatnya. Adapun faktor pendukung Pendidikan karakter di sekolah inklusi berasal dari SDM atau tenaga pengajar yang sudah berpengalaman, guru pendamping (shadow), supervisi dan motivasi yang diberikan kepala sekolah. Sedangkan faktor penghambat Pendidikan karakter di sekolah inklusi adalah sarana prasarana yang belum lengkap, siswa yang berkebutuhan khusus itu sendiri seperti siswa yang mengalami gangguan emosi, dan orang tua yang belum paham dengan program sekolah sehingga mengkritisi kegiatan sekolah.</note>
<classification>2x7.32</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI PGMI 1642</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI PGMI 1642</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI PGMI 1642</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>26603</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-08-01 14:05:49</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-08-01 14:09:04</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>