<br />
<b>Notice</b>:  Undefined variable: _title_main in <b>/home/perpus/lib/detail.inc.php</b> on line <b>272</b><br />
<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="26547">
<titleInfo>
<title></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Asep Pudoli</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">serang</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2023</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xiv + 117 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Berdasarkan putusan nomor 68/PUU-XX/2022, Mahkamah Konstitusi 
menyatakan bahwa menteri dan pejabat setingkat menteri menjadi pejabat negara 
yang dikecualikan dari keharusan mengundurkan diri dari jabatannya ketika 
dicalonkan sebagai calon presiden atau calon wakil presiden. Putusan tersebut 
menjadi polemik di beberapa kalangan masyarakat, ada yang pro dan juga ada yang 
kontra. Masyarakat yang kontra terhadap putusan tersebut bukan tanpa alasan. 
Pasalnya putusan tersebut dikhawatirkan akan berimplikasi negatif terhadap tugas, 
kinerja, dan wewenang menteri dalam sistem pemerintahan presidensial. Kemudian 
bagaimana putusan tersebut dalam perspektif fiqh siyasah.
Rumusan masalahnya yaitu 1) Bagaimana implikasi putusan Mahkamah 
Konstitusi nomor 68/PUU-XX/2022 terhadap tugas dan kinerja menteri dalam 
sistem pemerintahan presidensial? 2) Bagaimana implikasi putusan Mahkamah 
Konstitusi nomor 68/PUU-XX/2022 terhadap wewenang menteri dalam sistem 
pemerintahan presidensial? 3) Bagaimana putusan Mahkamah Konstitusi nomor 
68/PUU-XX/2022 dalam perspektif fiqh siyasah?.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implikasi putusan Mahkamah 
Konstitusi nomor 68/PUU-XX/2022 terhadap tugas, kinerja, dan wewenang 
menteri dalam sistem pemerintahan presidensial. Untuk mengetahui putusan 
Mahkamah Konstitusi nomor 68/PUU-XX/2022 dalam perspektif fiqh siyasah.
Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research). 
Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Pendekatan penelitian ini yaitu yuridis 
normatif. Untuk teknik pengumpulan data, peneliti menggunakan data primer, data 
sekunder, data tersier yang memiliki relevansi dengan penelitian penulis. 
Kemudian teknik pengolahan data menggunakan cara logika induktif yaitu dengan 
membahas dari yang bersifat khusus kemudian kepada yang bersifat umum. 
Kesimpulan dari hasil penelitian ini yaitu 1) Putusan Mahkamah Konstitusi 
nomor 68/PUU-XX/2022 memiliki implikasi negatif terhadap tugas dan kinerja 
menteri, yaitu berpotensi terganggunya tugas utama sebagai menteri dan berpotensi 
tidak optimalnya kinerja menteri. Hal tersebut dapat terjadi ketika menteri fokus 
terhadap kepentingan pribadinya dari pada menjalankan tugas utamanya sebagai 
menteri. 2) Implikasi terhadap wewenang menteri yaitu berpotensi terjadinya 
penyalahgunaan wewenang. Penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh 
seorang pejabat negara (menteri), salah satunya terjadi karena adanya konflik 
kepentingan. Hal tersebut dapat terjadi ketika menteri dalam menggunakan 
wewenangnya untuk kepentingan pribadi, kelompok, atau pendukungnya. 3) 
Sedangkan putusan tersebut dalam perspektif fiqh siyasah yaitu tidak ada larangan 
terkait menteri memiliki peran dan tugas ganda jika bisa berbuat adil dan mampu 
menjalankannya. Namun, lebih baik menteri tersebut mundur dari jabatannya untuk 
menghindari timbulnya kemudaratan.</note>
<note type="statement of responsibility">Implikasi Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 68/</note><classification>2x4</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI HTN 433</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI HTN 433</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI HTN 433</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>26547</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-07-28 09:23:56</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-07-28 09:24:12</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>