<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="26529">
<titleInfo>
<title>كتاب الحب لنزار قباني وما فيه من الصورة البيانية (دراسة بلاغية)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Muhamad Nizar Fahmi</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Serang Banten</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2022</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">ar</languageTerm>
<languageTerm type="text">Bahasa Arab</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xi + 67 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Ilmu bayan merupakan tahap awal dalam kajian ilmu balaghah, sebelum mempelajari ilmu Ma’ani dan badi’. Dalam ilmu bayan, ada tiga bidang studi, tasybih, majaz dan hakikat, dan kinayah. Adapun tasybih adalah pernyataan bahwa suatu benda atau hal-hal memiliki satu atau lebih ciri-ciri yang sama dengan yang lain, dengan alat yang kaf atau sejenisnya, diungkapkan atau dicatat. majazadalah kata yang tidak menggunakan arti sebenarnya. Sedangkan kinayahadalah makna kalimat, makna aslinya dapat diartikan sama dan memiliki arti yang sama.. Penulis memilih kitab al-hubb karya Nizar Qabbani untuk keperluannya, alasan utamanya terletak jauh dari keberadaan komponen estetika di hampir setiap kalimat, baik dari segi pengucapan, makna dan bahasa. Disimpulkan dari coretan Nizar Qabbani dalam Kitab al-hubb bahwa gaya bahasa yang digunakan termasuk ilmu bayan, dan disini penulis menggunakan gaya bahasa bayaniyyah untuk mendalami salah satu karya Nizar Qabbani yaitu kitab al-hubb. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1) apa saja gaya bahasa Bayaniyyah dalam kitab al-hubb karya Nizar Qabbani?, 2). Bagaimana penggunaan gaya bahasa bayaniyyah dalam kitab al-hubb karya Nizar Qabbani?, 3) Dimana gaya bahasa bayaniyyah yang digunakan dalam kitab al-hubb karya Nizar Qabbani? Kitab al-Hubb karya Nizar Qabbani dijadikan objek penelitian secara utuh untuk megupas tuntas aspek-aspek ilmi Bayan yang terkandung di dalamnya. Menurut pandangan penulis, begitu banyak gaya bahasa yang terkandung di dalam kitab al-Hubb, termasuk aspek-aspek yang ada pada ilmu Bayan. Aspek-aspek tersebut mencakup Tasybih, Majaz, dan Kinayah. Aspek tersebut akan mengupas secara deskriptif isi dari kitab al-Hubb karya Nizar Qabbani dengan analisis deskriptif. Hal ini agar memberikan gambaran yang jelas apa saja aspek-aspek tersebut pada kitab al-Hubb karya Nizar Qabbani.</note>
<subject authority=""><topic>Jinas, Bulughul Maram</topic></subject>
<classification>492</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI BSA 377</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI BSA 377</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI BSA 377</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>26529</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-07-27 09:18:32</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-07-27 09:18:51</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>