Detail Cantuman Kembali
Analisis Perbandingan Efisiensi Badan Amil Zakat Nasional dan Dompet Dhuafa dengan Metode Data Envelopment Analysis (DEA) Tahun 2017-2021
Zakat memiliki potensi yang tinggi di Indonesia oleh karena itu pengelolaan, penghimpunan dan penerimaan zakat harus dengan baik. Indonesia yang bermayoritas muslim membawa pengaruh besar bagi segi penghimpunan zakat. dengan potensi yang tinggi membuat pengelolaan zakat harus dikelola dengan baik dan efisien. Banyak sekali jumlah lembaga zakat di Indonesia baik dari BAZ salah satunya ada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan dari LAZ salah satunya ada Dompet Dhuafa. Adapun rumusan masalah pada penelitian ini yaitu bagaimana tingkat efisien Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan Dompet Dhuafa tahun 2017-2021 dan bagaiman perbandingan efisiensi pada kedua lembaga tersebut pada tahun 2017-2021. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui tingkat efisiensi dari tiap lembaga pengelola zakat, yaitu Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan Dompet Dhuafa pada Tahun 2017-2021 dan untuk mengetahui perbandingan tingkat efisiensi dari kedua lembaga zakat tersebut dengan metode Data Envelopment Analysis (DEA). Adapun pendekatan dalam penelitian ini yaitu menggunakan pendekatan produksi. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang didapatkan dari website resmi laporan keuangan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan Dompet Dhuafa pada Tahun 2017-2021. Terdiri dari dua variabel dalam penelitian ini, pertama variabel input terdiri dari total aset, biaya operasional dan gaji karyawan. Kedua variabel output yaitu terdiri dari dana penghimpunan dan dana penerimaan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan menggunakan metode Data Envelopment Analysis (DEA) yang berorientasi pada input dan output, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan Dompet Dhuafa pada Tahun 2017-2021 mengalami perbedaan efisiensi dan inefisiensi dalam setiap tahunnya. Hasilnya untuk Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) mengalami efisien pada tahun 2018,2020,2021 sedangkan untuk 2017 dan 2017 mengalami inefisiensi. Selanjutnya untuk Dompet Dhuafa, mengalami efisiensi pada tahun 2019,2020,2021. Sedangkan pada tahun 2017,2018 mengalami inefisiensi. Selanjutnya dari segi perbedaan secara keseluruhan dari tahun 2017 -2022 peneliti menggunakan aplikasi SPSS 25 dengan uji beda Mann Whitney U. dari kedua lembaga zakat tersebut Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan Dompet Dhuafa, tidak ada perbedaan secara signifikan. Hal ini dikarenakan baik dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) maupun Dompet Dhuafa keduanya sudah bekerja secara optimal. saran dari peneliti untuk tiap – tiap lembaga memperhatikan faktor input apa saja yang menyebabkan terjadinya inefisiensi, agar inefisiensi tidak terjadi lagi untuk tahun-tahun yang akan datang. Sehingga masyarakat akan tingkat kepercayaan masyarakat akan semakin meningkat terhadap lembaga pengelola zakat.
Silvia Tita Lestari - Personal Name
SKRIPSI EIS 906
2x6.3
Text
Indonesia
2023
serang
xvi + 85 hlm.: 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...







