Detail Cantuman Kembali
Penafsiran Ayat-Ayat Cahaya dan Kegelapan (Studi atas Tafsir The Holy Qur’an: Text, Translation and Commentary)
Kata cahaya di dalam al-Qur’an disebutkan dengan tiga istilah yaitu yaitu nūr, ḍau’ dan sirāj. Ḍau’ adalah sesuatu yang terpancar dari benda yang bercahaya. Kata ini di dalam al-Qur’an disebutkan sebanyak enam kali dalam bentuk yang berbeda-beda. Kata sirāj berarti baik, indah dan hiasan. Kata sirāj di dalam al-Qur’an disebutkan sebanyak empat kali hanya dalam bentuk tunggal. Kata nūr memiliki arti yaitu pancaran sinar cahaya yang bersumber dari yang lainnya. Kata nūr disebutkan sebanyak empat puluh sembilan kali di dalam al-Qur’an. Kata kegelapan di dalam bahasa Arab berasal dari akar kata ẓa-la-ma (م-ل-ظ (yang artinya gelap tetapi sering diartikan sebagai kiasan yaitu kebodohan, kefasikan, kemusyrikan. Kata kegelapan ini terulang sebanyak dua puluh empat kali di dalam al-Qur’an. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu: 1) Bagaimana konteks penggunaan ayat-ayat tentang cahaya dan kegelapan dalam al-Qur’an?; 2) Bagaimana penafsiran Abdullah Yusuf Ali terhadap ayat-ayat cahaya dan kegelapan dalam tafsir The Holy Qur’an: Text, Translations and Commentary ? Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif analitik yaitu metode yang digunakan untuk membahas suatu permasalahan dengan meneliti, mengolah data, menganalisis, menginterpretasikan hal yang ditulis dengan pembahasan yang teratur dan sistematis untuk mendapatkan makna dari data tersebut. Pada penelitian sebelumnya, belum ada yang membahas mengenai ayat-ayat mengenai cahaya dan kegelapan dalam perspektif Abdullah Yusuf Ali. Maka penulis akan berusaha untuk menganalisa penafsiran Abdullah Yusuf Ali dalam tafsir The Holy Qur’an: Text, Translation and Commentary mengenai ayat-ayat cahaya dan kegelapan. Kesimpulan dari skripsi ini menunjukkan bahwa penafsiran Abdullah Yusuf Ali atas ayat-ayat cahaya yaitu bahwa cahaya adalah wahyu sebagai perantara untuk mengenal Allah; cahaya Allah adalah agama Islam sebagi bukti kelemahan bagi orang bodoh; cahaya adalah iman dan amal kebaikan sebagai penerang kegelapan di hari kiamat; cahaya Allah bersifat sempurna, nyata, tak terbatas dan tak dapat dilukiskan; cahaya adalah Nabi sebagai pelita dengan agama yang disebarkannya. Sedangkan penafsiran Abdullah Yusuf Ali mengenai ayat-ayat tentang kegelapan yaitu kegelapan adalah sikap kemunafikan, keangkuhan, kejahatan yang dapat menghancurkan diri sendiri; kegelapan berarti kejahata yang akan dibalas dengan kejahatan yang serupa; dan kegelapan yang pekat adalah bernilai negatif yaitu gelombang gelombang nafsu yang membutakan manusia untuk menuhankan Allah.
Dwi Meliana Putri - Personal Name
SKRIPSI IAT 521
2x1.3
Text
Indonesia
2022
serang
xxii + 80 hlm.; 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...







