Detail Cantuman Kembali
Bimbingan Karier pada Keterampilan Anak Tunagrahita di SKH Kota Cilegon
Bimbingan karier merupakan pelayanan untuk membantu seluruh konseli dalam pengembangan kepribadian, kehidupan sosial, proses pembelajaran, serta perencanaan, pengembangan, dan pemecahan masalah karier untuk dapat menyesuaikan diri dengan baik. Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) termasuk anak tunagrahita dituntut bersaing agar memiliki karier yang layak, tanpa memandang keluarbiasaan sebagai suatu kelainan, keterbatasan, keterbelakangan, dan bentuk-bentuk diskriminasi lainnya. Salah satu persoalan yang dihadapi ABK tunagrahita di SKH Kota Cilegon yaitu kesulitan dalam mengupayakan jaminan pendidikan lanjut untuk perkembangan kemampuan atau kemandirian mereka sebagai pencapian karier dan bakat yang dimiliki untuk dirinya sendiri, meskipun pada dasarnya setiap anak mempunyai potensi masing-masing. Berdasarkan latar belakang di atas maka rumusan masalah pada penelitian bimbingan karier yang diberikan kepada anak tunagrahita di SKH Kota Cilegon adalah 1) Bagaimana perencanaan bimbingan karier bagi Anak Tunagrahita di SKH Kota Cilegon?, 2) Bagaimana pelaksanaan bimbingan karier bagi Anak Tunagrahita di SKH Kota Cilegon?, 3) Bagaimana evaluasi bimbingan karier bagi Anak Tunagrahita di SKH Kota Cilegon?, 4) Bagaimana faktor pendukung dan penghambat dalam proses Bimbingan Karier bagi Anak Tunagrahita di SKH Kota Cilegon? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses bimbingan karier yang diberikan kepada anak tunagrahita di SKH Kota Cilegon, yang meliputi (1) proses perencanaan; (2) proses pelaksanaan; (3) evaluasi; dan (4) faktor pendukung dan penghambat. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif untuk menyajikan detail gambaran mengenai keadaan sosial atau klarifikasi dari suatu fenomena yang diteliti. Data dikumpulkan menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli-Oktober 2022 dengan jumlah responden 3orang yang terdiri dari 3 anak yaitu IS, SZ, QA, dan informan yang terdiri 3 orang yaitu guru kelas, kepala sekolah, dan orang tua anak tunagrahita. Kesimpulan penelitian ini: 1) Perencanaan bimbingan karier anak tunagrahita di SKH Kota Cilegon sudah sesuai dengan prosedur dan layanan yang sudah ada. 2) Pelaksanaan bimbingan karier anak tunagrahita di SKH Kota Cilegon dilakukan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan dengan beberapa kegiatan yaitu bermusik, bernyanyi, berenang, memasak, membatik dan lain-lain. 3) Evaluasi di SKH SKH Kota Cilegon yaitu dengan melihat perkembangan, kemampuan, kemandirian anak yang dimiliki, dan selalu memperhatikan hasil dari semua program bimbingan karier. 4) Faktor pedukung yaitu: dari pendidik, peserta didik dan sarana prasarana. Sedangkan faktor penghambat yaitu: perbedaan dalam perkembangan kemampuan tingkatan kategori individu, kemampuan guru yang kurang variatif cenderung membosankan, peserta didik yang tiba-tiba tidak ingin mengikuti pembelajaran, keluarga, guru, dan cara mengajarnya serta alat kegiatan pembelajaran dan lingkungan yang kurang mendukung.
Sulihat - Personal Name
SKRIPSI BKI 815
153
Text
Indonesia
2023
xiv + 120 hlm.; 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...







