<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="26166">
<titleInfo>
<title>Komunikasi Antar Budaya Di Kalangan Masyarakat Perantau Dengan Masyarakat Pribumi (Studi Masyarakat Suku Mandailing dan Suku Sunda di Desa Dayeuh Kec. Cileungsi Kab. Bogor)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Tukma Triputri Daulay</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">serang</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2023</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xvii + 96 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Komunikasi sangat penting karena ada sejumlah keputusan yang harus dibuat dengan menggunakan proses komunikasi, dan cara kita berpikir tentang proses tersebut dapat membuat perbedaan besar dalam setiap keputusan-keputusan beserta konsekuensinya yang terjadi. Dapat diketahui bahwa budaya sebagai kombinasi yang kompleks dari simbol-simbol umum, pengetahuan, cerita rakyat, adat, bahasa, pola pengolahan informasi, ritual, kebiasaan dan pola perilaku lain yang berkaitan dan memberi identitas bersama kepada sebuah kelompok orang tertentu pada satu titik tertentu. Oleh karena itu, komunikasi antar budaya menjadi hal penting saat kedua suku yang berbeda saling berinteraksi dan memberikan respon atau feedback nya masing-masing. Melalui komunikasi antar budaya kita banyak belajar bahwa perbedaan akan selalu ada dimanapun dan kapanpun, selain itu komunikasi antar budaya juga mengajarkan kita bagaimana cara beradaptasi yang baik dan benar dengan orang yang berbeda suku dan budaya dari kita. Berdasarkan latar belakang yang telah dituliskan, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana pola komunikasi yang terjalin antara masyarakat perantau dengan masyarakat pribumi di desa Dayeuh Kec. Cileungsi Kab. Bogor?; 2) Apa saja faktor pendukung dan penghambat komunikasi antara masyarakat perantau dengan masyarakat pribumi?. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui pola komunikasi yang terjalin antara masyarakat perantau dan masyarakat pribumi di desa Dayeuh Kec. Cileungsi Kab. Bogor; 2) Untuk mengetahui dan memahami faktor pendukung dan penghambat komunikasi antara masyarakat perantau dengan masyarakat pribumi. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi, landasan teori menggunakan akulturasi, asimilasi, akomodasi dan difusi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah: Observasi, Wawancara, dan Dokumentasi. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 01-31 Desember 2022, dengan jumlah responden dalam penelitian ini adalah 1 kepala desa Dayeuh, 2 masyarakat pribumi dan 2 masyarakat perantau. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan: 1) Pola komunikasi antar budaya yang terjalin antara masyarakat perantau dengan masyarakat pribumi di desa Dayeuh menggunakan pola komunikasi sirkular. Dalam pola komunikasi sirkular ini, proses pengiriman pesan oleh komunikator harus terus berjalan agar komunikan memberikan umpan balik dalam proses komunikasi tersebut. Oleh karena itu, komunikasi antar budaya dikalangan masyarakat perantau dengan masyarakat pribumi banyak memberikan feedback satu sama lain. 2) Komunikasi yang terjalin antara masyarakat perantau dengan masyarakat pribumi memiliki beberapa faktor penghambat dan faktor pendukung dalam proses komunikasinya. Faktor pendukung, yaitu: Faktor kesamaan aqidah (keyakinan); silaturahmi; pendidikan agama; pergaulan; saling membutuhkan; dan saling membantu. Faktor penghambat, yaitu: Faktor bahasa; logat; kurangnya empati; egoisme; dan stereotip.</note>
<classification>303</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI KPI 871</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI KPI 871</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI KPI 871</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>26166</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-03-28 10:32:21</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-03-28 10:32:45</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>