Detail Cantuman Kembali

XML

Penerapan Solution Focused Brief Counseling (SFBC) pada Santri dengan Stigma Nakal di Pondok Pesantren Nasyrul Ulum Cilegon


Kedudukan pondok pesantren tidak bisa dipisahkan dari kehidupan umat Islam di Indonesia. Ada banyak alasan seseorang masuk kedalam pondok pesantren. Permasalahan yang kompleks dialami oleh santri. Santri yang bisa menyelesaikan masalah dengan baik tidak akan terjerus pada perilaku negatif. Dalam mengatasi perilaku negatif, pengurus yang ada di pesantren membuat peraturan tata tertib dengan 3 poin yaitu: poin ringan, poin sedang, poin besar. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana kondisi perilaku santri dengan stigma nakal di Pondok Pesantren Nasyrul Ulum Cilegon?, 2) Bagaimana penerapan Solution Focused Brief Counseling (SFBC) pada santri dengan stigma nakal di Pondok Pesantren Nasyrul Ulum Cilegon?, 3) Bagaimana kondisi perilaku santri dengan stigma nakal setelah mendapatkan penerapan Solution Focused Brief Counseling (SFBC) di Pondok Pesantren Nasyrul Ulum Cilegon?. Penelitian ini bertujuan: 1) Untuk mengetahui kondisi perilaku santri dengan stigma nakal di Pondok Pesantren Nasyrul Ulum Cilegon, 2) Untuk mengetahui penerapan Solution Focused Brief Counseling (SFBC) pada santri dengan stigma nakal di Pondok Pesantren Nasyrul Ulum Cilegon, 3) Untuk mengetahui kondisi perilaku santri dengan stigma nakal setelah mendapatkan penerapan Solution Focused Brief Counseling (SFBC) di Pondok Pesantren Nasyrul Ulum Cilegon. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah: observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian yang dilaksanakan pada bulan Agustus 2022 hingga bulan November 2022, dengan jumlah responden dalam penelitian ini adalah 4 orang santri. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan: 1) Kondisi perilaku yang dialami oleh santri dengan stigma nakal di Pondok Pesantren Nasyrul Ulum Cilegon yaitu seperti: sering merasa bosan lalu melakukan perilaku merokok, agak susah berkomunikasi dan berbaur sehingga meninggalkan pondok pesantren tanpa izin, kesal dan marah kepada teman yang menjahili sehingga meninggalkan pondok pesantren tanpa izin, dan memiliki keinginan mempunyai hubungan dengan lawan jenis (pacar). 2) Penerapan Solution Focused Brief Counseling (SFBC) pada santri dengan stigma nakal ini dilakukan dengan dua sesi konseling menggunakan 3 tahap persesi konseling, yaitu tahap awal, tahap pertengahan, dan tahap akhir. Menggunakan empat teknik SFBC yaitu: scalling, miracle question, flagging the minefield, dan compliment. 3) Kondisi perilaku santri dengan stigma nakal setelah mendapatkan penerapan Solution Focused Brief Counseling (SFBC) terhadap keempat responden dapat perubahan positif. Perubahan positif yang terlihat yaitu: 1) Tidak merokok, 2) Tidak meninggalkan pondok pesantren tanpa izin, 3) Tidak mendapatkan hukuman karena memiliki hubungan dengan lawan jenis (pacar).
Rahmizanti antari - Personal Name
SKRIPSI BKI 798
153
Text
Indonesia
2022
serang
xv + 83 hlm.; 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...