Detail Cantuman Kembali
Penerapan Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) pada Remaja yang Mengalami Prokrastinasi Akademik (Studi di Desa Pelawad, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang - Banten
ana Hasanuddin Banten. Prokrastinasi akademik merupakan kecenderungan menunda yang lebih difokuskan pada aspek pengerjaan tugas-tugas akademik atau setting pendidikan. Secara lebih khusus, individu yang menjadi fokus dalam penelitian ini adalah remaja akhir yang berkedudukan sebagai peserta didik, baik siswa maupun mahasiswa. Rumusan masalah yang ada dalam penelitian ini yaitu: 1) Bagaimana kondisi prokrastinasi akademik pada remaja di Desa Pelawad, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang-Banten? 2) Bagaimana penerapan teknik rational emotive behavior therapy dalam mengatasi prokrastinasi akademik pada remaja di Desa Pelawad, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang-Banten? 3) Bagaimana hasil penerapan teknik rational emotive behavior therapy dalam mengatasi prokrastinasi akademik pada remaja di Desa Pelawad, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang-Banten? Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini yaitu: 1) Untuk mengetahui kondisi prokrastinasi akademik pada remaja di Desa Pelawad, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang-Banten. 2) Untuk mengetahui bagaimana penerapan teknik rational emotive behavior therapy dalam mengatasi prokrastinasi akademik pada remaja di Desa Pelawad, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang-Banten. 3) Untuk mengetahui hasil penerapan teknik rational emotive behavior therapy dalam mengatasi prokrastinasi akademik pada remaja di Desa Pelawad, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang-Banten. Metode penelitian yang peneliti gunakan merupakan penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini dilaksanakan mulai dari bulan Januari sampai dengan bulan Juli 2021 dengan jumlah responden sebanyak tiga responden. Kesimpulan penelitian yaitu: 1) Kondisi responden yang mengalami prokrastinasi akademik memiliki ciri-ciri menunda untuk memulai maupun menyelesaikan tugas, tidak percaya diri, ketidakmampuan untuk berkonsentrasi, memiliki tingkat kesadaran rendah, kurang dapat mengatur waktu, melakukan aktivitas lain yang lebih menyenangkan, keterlambatan dalam mengerjakan tugas, motivasi yang rendah, kelelahan, perfeksionis dan merasakan kecemasan. 2) Peneliti melakukan konseling REBT yang berfokus pada tingkah laku bermasalah disebabkan oleh pemikiran irasional dan gangguan emosional responden. 3) Hasil setelah dilakukan proses konseling dapat dilihat dari perubahan perilaku ketiga responden. Responden mulai berpikir rasional, menjadi lebih percaya diri, menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab, memiliki motivasi belajar serta mampu mengatur waktu dengan baik.
Putri Widya Ramadhani - Personal Name
SKRIPSI BKI 797
2x7.15
Text
Indonesia
2022
serang
xiv + 94 hlm.; 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...







