<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="25957">
<titleInfo>
<title>Analisis Implementasi dan 
Pemahaman Muzara’ah Dikalangan Petani Desa Sukamampir</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Siti anisah</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Serang Banten</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2022</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xv + 87 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Kegiatan muzara’ah merupakan kegiatan bagi hasil yang menguntungkan dua 
pihak, pihak penggarap dan pihak pemilik lahan dimana kedua belah pihak saling 
bekerjasama mengelola lahan pertanian dengan bagi hasil pada saat panen.
Pemahaman muzara’ah dikalangan masyarakat masih sangat minim, dalam kagiatan 
muzara’ah adanya faktor yang mempengaruhinya, begitu pula dalam muzara’ah, 
terpenuhinya rukun dan syarat akad yang baik dari petani. Penelitian ini dilakukan di 
masyarakat Desa Sukamampir Kecamatan Binuang untuk mengetahui bagaimana 
pemahaman masyarakat mengenai muzara’ah dalam bagi hasil pertanian.
Perumusan masalah dalam penelitian ini yaitu : 1) Bagaimana pemahaman dan 
implementasi muzara’ah dalam bagi hasil dikalangan petani Desa Sukamampir?, 2) 
Faktor yang mendukung praktek muzara’ah di Desa Sukamampir?.
Tujuan dari penelitian ini yaitu : 1) Mengetahui tujuan bagaimana pemahaman
dan implementasi muzara’ah dalam bagi hasil dikalangan petani Desa Sukamampir, 
2) Mengetahui faktor yang mendukung praktek muzara’ah di Desa Sukamampir.
Penelitian ini menggunakan metode Analisis Deskriptif dengan metode 
penelitian kualitatif guna menghasilkan kesimpulan yang lebih komprehensif. 
Metode Analisis Deskriptif dilakukan dengan menggali informasi mengenai 
pemahaman pemahaman muzara’ah dikalangan petani Desa Sukamampir dengan 
pendekatan langsung, observasi serta faktor eksternal berupa kajian pendekatan 
teoritis dan akademis sumber pustaka yang berkaitan dengan objek pembahasan. 
Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan teknik study 
dokumentasi, wawancara, dan observasi.
Kesimpulan menunjukan bahwa pemahaman masyarakat terhadap muzara’ah
sangat minim, namun masyarakat sudah melakukan kegiatan muzara’ah dengan 
sebutan maro atau paroan yang sebetulnya merupakan kegiatan muzara’ah. Dan 
faktor yang mendukung muzara’ah ada dua faktor, yaitu faktor sosial dan faktor 
materi, faktor sosial: kelompok tani, kelompok tani yang membantu masyarakat 
memberikan informasi tentang pertanian dari mulai menanam, tata cara pengolahan, 
pemberian pupuk sampai panen tiba. Faktor Materi : mulai dari bibit, pupuk dan juga 
cuaca sangat berperan dalam memperkirakan kapan memulai bertani sampai panen, 
masyarakat juga bisa mengandalkan diesel untuk mengairi lahan garapannya. 
Pemberian pupuk sangat membantu untuk meningkatkan dan menyuburkan garapan.</note>
<subject authority=""><topic>Muzara’ah</topic></subject>
<classification>2X4.2</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI EIS 872</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI EIS 872</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI EIS 872</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>25957</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-02-14 11:00:30</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-02-14 11:00:47</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>