Detail Cantuman Kembali
Pendampingan Pengembangan Keterampilan bagi Klien Pemasyarakatan (Studi Kasus di Balai Pemasyarakatan Kelas II Serang)
Kesejahteraan menjadi salah satu cita-cita bangsa Indonesia. Tingginya kasus kejahatan yang terjadi di suatu negara menjadi salah satu cerminan akan kesejahteraan masyarakat di negara tersebut. Kasus kejahatan di Indonesia terbilang masih cukup tinggi, yang berarti kesejahteraan di Indonesia belum sepenuhnya merata. Badan Pusat Statistik mencatat kasus kejahatan di Indonesia menyentuh angka 269.324 kasus kejahatan di tahun 2019. Untuk lebih menekan penurunan kasus kriminal berulang, Kementerian Hukum dan HAM melalui Balai Pemasyarakatan (Bapas) memberikan pelayanan kesejahteraan sosial melalui program kemandirian atau pelatihan keterampilan. Bapas tersebar di berbagai kota di Indonesia, salah satunya di Kota Serang. Sesuai dengan latar belakang yang telah dipaparkan, rumusan masalah sebagai berikut: 1) Bagaimana Pendampingan Pengembangan Keterampilan Bagi Klien Pemasyarakatan? 2) Apa Manfaat yang didapatkan Klien Pemasyarakatan dari Pendampingan Pengembangan Keterampilan? 3) Apa Faktor Pendukung dan Faktor Penghambat dari Pendampingan Pengembangan Keterampilan? Adapun tujuan penelitian ini yaitu: 1) Untuk Mengetahui Bagaimana Pendampingan Pengembangan Keterampilan Bagi Klien Pemasyarakatan 2) Untuk Mengetahui Manfaat yang didapatkan Klien Pemasyarakatan dari Pendampingan Pengembangan Keterampilan yang didapatkan. 3) Untuk Mengetahui Faktor Pendukung dan Faktor Penghambat dari Pendampingan Pengembangan Keterampilan. Metode penelitian Deskriptif Kualitatif menjadi jenis penelitian yang diambil oleh penulis, penulis meggambarkan terkait pendampingan pengembangan keterampilan yang dilaksanakan berdasarkan fakta-fakta yang terjadi. Penulis menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi dalam teknik pengumpulan data. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini yaitu, 1) Terdapat 3 tahapan dalam pelaksanaannya, yaitu perencanaan, proses pelatihan keterampilan, serta monitoring dan evaluasi. 2) Manfaat yang didapatkan klien pemasyarakatan, di antaranya menambah rasa kepercayaan diri, mendapat bantuan alat keterampilan, hingga mendapatkan pekerjaan yang akhirnya dapat membantu kesejahteraan klien. 3) Terdapat faktor pendukung dan faktor penghambat, faktor pendukung yang paling terlihat yaitu terdapatnya mitra kerjasama dan anggaran, faktor penghambat yang paling terlihat yaitu kurangnya anggaran dalam pelaksanaan pelatihan keterampilan.
Novalia Rahmah - Personal Name
SKRIPSI PMI 158
2x6.13
Text
Indonesia
2022
serang
xv +71 hlm.; 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...







