<br />
<b>Notice</b>:  Undefined variable: _title_main in <b>/home/perpus/lib/detail.inc.php</b> on line <b>272</b><br />
<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="25635">
<titleInfo>
<title></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Siti Jumaela</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Serang Banten</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2022</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xii + 82 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Tabungan adalah simpanan yang penarikannya dapat dilakukan 
menurut syarat-syarat tertentu yang telah disepakati, tetapi tidak dapat ditarik 
dengan cek, bilyet giro dan/atau alat lain yang dipersamakan dengannya. 
Tabungan pada Baitul Maal Wa Tamwil (BMT) An-Nur Cibaliung dalam 
pelaksanaannya produk simpanan menggunakan akad wadiah, yang diartikan 
sebagai akad penitipan dana dari pihak nasabah kepada pihak yang diberikan 
kepercayaan untuk keamanan dan menjaga keutuhan dana nasabah.
Perumusan masalahnya adalah: 1) Bagaimana praktik akad wadiah di 
BMT An-Nur Cibaliung. 2) Bagaimana akad wadiah di BMT An-Nur menurut 
Fatwa DSN MUI Nomor 02/DSN-MUI/IV/2000 tentang tabungan. 
Tujuan penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui praktik akad wadiah 
di BMT An-Nur Cibaliung. 2) Untuk mengetahui akad wadiah di BMT An-Nur 
menurut Fatwa DSN-MUI Nomor 02/DSN-MUI/IV/2000 tentang tabungan.
Metode penelitian yang penulis pergunakan adalah jenis penelitian 
lapangan yaitu metode kualitatif. Data primer yang diperoleh dari wawancara 
kepada nasabah dan pihak BMT An-Nur Cibaliung. Data sekunder diperoleh 
dari buku, jurnal dan karya ilmiah lain yang relevan. Teknik pengumpulan data 
diperoleh menggunakan observasi, dokumentasi dan wawancara. Analisa data 
menggunakan analisa kualitatif yang bersifat deskriptif.
Kesimpulan yang dapat diambil adalah: 1) Praktik akad wadiah 
terhadap tabungan Baitul Maal Wa Tamwil (BMT) An-Nur Cibaliung dalam 
pelaksanaannya menggunakan akad wadiah yad-dhamanah, akad penitipan 
terhadap dana nasabah yang dimanfaatkan oleh penerima titipan dan risiko 
kerusakan, kehilangan dan lain sebagainya akan ditanggung oleh pihak 
penerima titipan. Dengan prinsip ini, penyimpan boleh mencampur asset penitip 
dengan asset penyimpan yang lain, dan digunakan untuk tujuan produktif 
mencari keuntungan. Akan tetapi, keuntungan dari pengelolaan uang tersebut 
sepenuhnya menjadi milik bank, dan nasabah tidak mempunyai hak atas 
keuntungan pengelolaan dana itu. Namun, pihak bank akan memberikan bonus 
terhadap nasabah secara sukarela. 2) Akad wadiah di BMT An-Nur cibaliung 
berdasarkan Fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSNMUI) Nomor 02/DSN-MUI/IV/2000, tabungan yang dibenarkan menurut 
prinsip syariah dan ketentuannya ialah tabungan wadiah dan mudharabah. 
Bahwa mengenai pelaksanaan produk tabungan yang terdapat pada BMT AnNur Cibaliung menggunakan akad wadiah telah sesuai dengan Fatwa Dewan 
Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) dikarenakan dalam 
Fatwa tersebut dijelaskan bahwa tidak adanya potongan melainkan pemberian 
bonus yang bersifat sukarela dari pihak koperasi.</note>
<note type="statement of responsibility">Praktik Akad Wadiah di 
BMT An-Nur Cibaliung Ditinjau dari Fatwa DSN MUI Nomor 02/</note><subject authority=""><topic>Akad Wadiah, Fatwa DSN MUI Nomor 02/DSN-MUI/IV/200</topic></subject>
<classification>332</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI HES 573</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI HES 573</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI HES 573</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>25635</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-01-20 16:35:26</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-01-20 16:35:43</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>