<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="25611">
<titleInfo>
<title>Peranan KH. Uwes Abu 
Bakar Dalam Bidang Pendidikan dan Politik di Pandeglang Tahun 1939-1972</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Icha Khairotunnisa</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Serang Banten</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2022</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>x + 79 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Sebelum kemerdekaan kondisi pendidikan dan politik di Pandeglang masih begitu 
memperihatinkan. Pada saat itu sistem pendidikan diatur oleh pemerintahan kolonial 
Belanda, sehingga banyak masyarakat pribumi yang kesulitan untuk mendapatkan 
pendidikan formal. Di Pandeglang sekolah-sekolah yang dibangun oleh Belanda hanya ada 
didaerah kota-kota saja dan hanya untuk orang-orang tertentu. Begitupun dalam perpolitikan
yang masih dikendalikan oleh pemerintah kolonial Belanda yang dampaknya telah
menurunkan stabilitas sosial politik serta keagamaan di Pandeglang, sehingga masyarakat 
sulit untuk mendapatkan hak yang seharusnya mereka dapatkan. Untuk menghadapi 
permasalahan ini masyarakat membutuhkan sosok yang bisa menjadi panutan dan bisa 
memberikan perubahan agar nantinya pendidikan dan politik di Pandeglang mengalami 
kemajuan. Di Pandeglang sendiri tokoh agama seperti kiai sangat dihormati oleh masyarakat, 
banyak kiai atau tokoh agama yang ikut berkontribusi dalam masalah perbaikan sistem 
pendidikan maupun politik di Pandeglang. Seperti halnya KH. Uwes Abu Bakar yang pernah 
menjadi ketua umum Mathla’ul Anwar tahun 1939 dan sekretaris DPRD Kabupaten 
Pandeglang tahun 1945-1956.
Berdasarkan latar belakang tersebut, maka rumusan masalah penelitian ini yaitu: (1) 
Bagaimana biografi KH. Uwes Abu Bakar (2) Bagaimana perjuangan KH. Uwes Abu Bakar 
dalam bidang pendidikan di Pandeglang (3) Bagaimana perjuangan KH. Uwes Abu Bakar 
dalam bidang politik di Pandeglang. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu (1) Untuk 
mengetahui biografi KH. Uwes Abu Bakar (2) Untuk mengetahui perjuangan KH. Uwes 
Abu Bakar dalam bidang pendidikan di Pandeglang (3) Untuk mengetahui perjuangan KH. 
Uwes Abu Bakar dalam bidang politik di Pandeglang.
Metode yang digunakan dalam penelitian adalah Metode Penelitian Sejarah yang meliputi 
tahapan-tahapan sebagai berikut: Pemilihan topik, Pengumpulan sumber (heuristik), kritik
(Verifikasi), Penafsiran (interpretasi) dan penulisan (historiografi).
Dari hasil penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa KH. Uwes Abu Bakar lahir di 
Pandeglang, pada tanggal 3 Oktober 1912 dari pasangan Sudir dan Lasih. KH. Uwes Abu 
Bakar merupakan sosok yang karismatik yang memiliki kontribusi penting dalam bidang 
pendidikan dan bidang politik di Pandeglang. Dibidang pendidikan ia menjadi ketua umum 
Pengurus Besar Mathla’ul Anwar ke-3 dan memberikan pembaharuan dilembaga pendidikan 
tersebut. Pada masa kepemimpinannya, Mathla’ul Anwar tersebar luas kebeberapa daerah di 
Indonesia bahkan sampai ke luar negeri. KH. Uwes Abu Bakar menjadikan Mathla’ul Anwar 
sebagai Organisasi Masyarakat yang Independen, yang bergerak dalam bidang sosial, 
pendidikan dan dakwah. Sedangkan dalam bidang politik ia aktif dikeanggotaan partai 
Masyumi, sehingga ia pernah menjabat sebagai Sekretaris DPRD Pandeglang (1945-1956). 
Ia ikut serta dalam pembangunan gedung-gedung didaerah Pandeglang. Selain itu ia juga 
pernah menjadi anggota DPRD Provinsi Jawa Barat (1950-1956), menjadi anggota 
Regentschapraad Kabupaten Pandeglang (1941-1942), menjadi anggota Badan Perwakilan 
Karisidenan dan menjadi anggota DPR RI dikabinet Burhanuddin Harahap (1956-1959).</note>
<subject authority=""><topic>Pendidikan dan Politik</topic></subject>
<classification>2x7.21</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI SPI 510</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI SPI 510</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI SPI 510</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>25611</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-01-20 11:25:19</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-01-20 11:25:42</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>