Detail Cantuman Kembali
Metodologi Penafsiran Ayat Al-Qur’an tentang Kaum Tertindas (Studi atas Pemikiran Farid Esack)
Mustaḍ‘afûn yaitu mereka yang berada pada status sosial yang inferior, tersisih, atau tertindas. Di dalam Al-Qur'an, Farid Esack memakai beberapa istilah lain ketika menunjuk kelas sosial yang rendah dan miskin. Mustaḍ‘afûn terbagi dalam tiga kategori yaitu, muslim, kafir dan yang mencakup keduanya (muslim dan kafir). Latarbelakang munculnya metodologi Farid Esack disebabkan oleh sebuah pengalaman pahit yang dialami oleh keluarga Farid Esack, yang merupakan salah satu inspirasi penting dalam perkembangan pemikiranya. Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalahnya adalah: 1.) Bagaimana metode tafsir yang digunakan oleh Farid Esack dalam menafsirkan Al-Qur‟an. 2.) Bagaimana pemikiran Farid Esack tentang mustaḍ‘afun atau kaum tertindas. 3.) Apa yang melatarbelakangi metode tafsir pembebasan Farid Esack. Tujuan masalah dari penelitian ini adalah: 1.) Untuk mengetahui metode apa yang digunakan oleh Farid Esack dalam menafsirkan Al-Qur‟an. 2.) Untuk mengetahui pemikiran Farid Esack tentang mustaḍ‘afun atau kaum tertindas. 3.) Untuk mengetahui latar belakang munculnya metode tafsir pembebasan Farid Esack. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research), yaitu mencari dan mengumpulkan data dari berbagai literatur yang relevan yakni terdiri dari data Primer, dalam penelitian ini adalah buku-buku yang memuat penjelasan tentang kaum tertindas, khususnya buku Al-Qur’an, Liberalimse, Pluralisme, Membebaskan yang Tertindas, Sedangkan sumber sekunder adalah buku-buku, skripsi, jurnal dan yang berkaitan atas tema yang dibahas. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa kaum tertindas adalah orang-orang yang dalam keadaan tersisih dan tertindas secara sosial-ekonomi.
Supenah - Personal Name
SKRIPSI IAT 503
2x1.3
Text
Indonesia
2022
serang
xxi+88 hlm.; 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...







