<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="25534">
<titleInfo>
<title>Pendekatan Behavioral dengan Teknik Overcorretion dalam Mengatasi Perilaku Kasar Remaja pada Orang Tua (Studi di Desa Pegandikan, Kecamatan Lebakwangi, Kabupaten Serang)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Ayu Fakhriyah</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">serang</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2022</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xv+104 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Remaja merupakan salah satu fase tumbuh kembang anak setelah melampaui 
masa fase anak-anak, setiap tumbuh kembang seseorang akan menghadapai masalah 
interpersonal yang berbeda-beda sehingga bahaya dari hubungan interpersonal itu 
juga berdeda-beda. Sedangkan Perilaku Kasar merupakan penyimpangan perilaku 
maladaptif.. Behaviorisme adalah suatu pandangan ilmiah tentang tingkah laku 
manusia. Pendekatan behavioral dikenal juga dengan modifikasi perilaku yang 
dapat diartikan sebagai tindakan yang bertujuan untuk mengubah perilaku kemudian 
Overcorrection adalah sebuah bentuk hukuman, yang fungsinya mengubah/ 
memodifikasi/ mengajarkan perilaku yang positif dengan teknik hukuman sebagai 
pembiasaan mengubah perilaku maladaptif menjadi perilaku positif. oleh sebab itu, 
perilaku kasar pada remaja ini membutuhkan arahan, motivasi, serta bimbingan 
konseling. Dalam mengatasi perilaku kasar pada remaja bisa menggunakan 
pendekatan behavioral dengan teknik overcorrection.
Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan masalah dalam penelitian 
ini adalah: 1) Bagaimana dampak psikologis remaja yang perilaku kasar pada orang 
tua?. 2) Bagaimana penerapan pendekatan behavioral dengan teknik overcorrection
dalam mengatasi perilaku kasar remaja pada orang tua di desa Pegandikan 
kecamatan Lebakwangi?.. 3) Apakah hasil pendekatan behavioral dengan teknik 
overcorrection dapat mengatasi perilaku kasar remaja pada orang tua di desa 
Pegandikan kecamatan Lebakwangi?. Penelitian ini bertujuan: 1) Untuk mengetahui
dampak kondisi psikologis remaja dari perilaku kasar pada orang tua. 2) Untuk 
mengetahui bagaimana penerapan pendekatan behavioral dengan teknik
overcorrection dalam mengatasi perilaku kasar remaja pada orang tua di desa 
Pegandikan kecamatan Lebakwangi. 3) Untuk mengetahui apakah hasil pendekatan
behavioral dengan teknik overcorrection dapat mengatasi kasar remaja pada orang 
tua di desa Pegandikan kecamatan Lebakwangi.
Metode yang digunakan adalah metode kualitatif-tindakan yang digunakan 
untuk mendapatkan gambaran dari permasalahan. Teknik pengumpulan data yang 
digunakan adalah; observasi, wawancara, dokumentasi, dan analisis data. Penelitian 
dilaksanakan pada 28 Maret 2022 hingga 24 November 2022, dengan jumlah 
responden pada penelitian ini adalah 5 (lima) orang remaja. Berdasarkan hasil 
penelitian yang peneliti lakukan di Desa Pegandikan tentang Penerapan Pendekatan 
Behavioral dengan Teknik Overcorrection Dalam Mengatasi Perilaku Kasar 
Remaja Pada Orang Tua adalah sebagai berikut:1) Macam-macam kondisi 
psikologis yang dialami responden JH, FH,AL,AD, dan JH yaitu keras kepala, 
pemarah, pendiam, bahkan sampai bersikap tertutup akan kehidupan yang dilami. 2)
Proses Pendekatan Behavioral dengan Teknik Overcorrection yang dilakukan 
peneliti kepada responden yang di bagi beberapa tahap dalam proses konselingnya 
yaitu tahap pengenalan, tindak lanjut, sampai ketahap evaluasi.Sebelumnya 
mengalami hambatan dari klien yang tidak mau untuk untuk ikut konseling 
(menolak di konseling), namun selanjunya semuanya berjalan dengan baik. 3)Hasil 
dari Penerapan Pendekatan behavioral dengan Teknik Overcorrection dalam 
Mengatasi Perilaku Kasar Remaja Pada orang tua terdapat perubahan positif yang 
signifikan dari kebiasaan perilaku keseharian sebelum dan sesudah mengikuti 
proses konseling.</note>
<classification>150</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI BKI 779</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI BKI 779</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI BKI 779</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>25534</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-01-17 15:24:19</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-01-17 15:24:56</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>