<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="25510">
<titleInfo>
<title>Konstruksi 
Realitas Terhadap Kasus Penistaan Agama di Media Sosial ( Studi Analisis 
Framing Pada Berita Online Detik News dan Suara.Com pada Kasus 
Apolinaris Darmawan)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Bunga Westu Lestari</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Serang Banten</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2022</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xvi + 122 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Internet dan media Online memegang peranan yang sangat penting saat ini 
karena dapat menyajikan berita dan topik yang sedang trend atau berkembang di 
masyarakat modern saat ini. Media online memiliki banyak keunggulan dalam 
menyampaikan berita pada masyarakat luas, seperti kecepatan berita. Saat 
mengkomunikasikan informasi, pesan yang disampaikan adalah benar, seperti 
yang terjadi di lapangan. Namun, banyak media online tidak memberikan 
informasi tentang kebenran peristiwa atau fakta karena fenomena yang terjadi saat 
ini mengalami proses membangun realitas dan memnuhi misi uniknya dari media. 
Seperti penistaan Agama yang merajalela di media online.
Berita tentang kasus penistaan agama sering menghiasi halaman media 
massa seperti contoh kasus yang saat ini di Analisis adalah kasus penistaan agama 
Apolinaris Darmawan yang memberi unsur SARA di media sosial twitter. 
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana media online Detik News 
dan Suara.com dalam membingkai berita kasus penistaan Agama Apolinaris 
Darmawan dan ingin membandingkan kedua media dalam membingkai berita 
tersebut. Penelitian ini mengunakan analisis framing dari model yang paling 
popular dan banyak digunakan Zhongdang pan dan Gerald M. Kosicki Hasil 
penelitian ini menunjukan bahwan framing yang dibentuk dari Detik News dan 
Suara.com sudah sangat rinci namun dari segi pengemasan dan pengambilan judul 
berita dimana Detik News cenderung lebih berani dengan mengunakan gaya 
Bahasa yang sangat variative namun dalam isi beritanya kurang rinci dan lebih 
banyak yang ulang-ulang dari setiap edisi beritanya , sedangkan Suara.com 
terkesan cari aman dan mengunakan Bahasa yang sederhana dan sangat rinci di 
dalam berita yang disampaikan. Sehingga membuat pembaca semakin menarik 
untuk membuka dan membaca berita hanya dari judul saja. Perbedaan lainya 
terdapat pada sisi atau Engle pengambilan berita oleh Detik news tidak terlalu 
rinci saat menjelasakan kasusnya karena kurangnya narasumber yang di 
sampaikan oleh karna itu banyak penjelasan yang diulang-ulang sedangkan 
Suara.com pengambilan berita yang sangat rinci di karnakan banyak narasumber 
yang disampaikan yang terlibat contohnya warga setempat atau tetangganya 
Apollinaris Darmawan.</note>
<subject authority=""><topic>Analisis Framing</topic></subject>
<classification>384</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI KPI 815</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI KPI 815</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI KPI 815</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>25510</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-01-16 12:02:54</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-01-16 12:03:10</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>