Detail Cantuman Kembali

XML

Penerapan Konseling Kelompok dalam Mengatasi Penyesuaian Sosial pada Remaja Yayasan Ummatan Wasathon (Studi Kasus di Kelurahan Kasemen, Kecamatan Kasemen, Kota Serang)


Permasalahan masa remaja ditandai dengan perkembangan emosi yang
meninggi. Perkembangan emosi pada remaja lebih sensitif dan reaktif saat terjadinya
peristiwa sosial di sekitarnya. Remaja memerlukan cara merespon berbagai situasi,
ketidakmampuan remaja dalam menyesuaikan dirinya terhadap tuntutan lingkungan
sosial akan berpengaruh pada perkembangan kejiwaan, seperti kesulitan
menyelesaikan konflik dengan orang lain.
Berdasarkan latar belakang tersebut, maka rumusan masalah dalam
penelitian ini adalah: 1) Bagaimana langkah-langkah penerapan konseling kelompok
dalam mengatasi penyesuaian sosial pada remaja? 2) Apa faktor pendukung dan
penghambat proses penerapan layanan konseling kelompok penyesuaian sosial
remaja? 3) Bagaimana hasil layanan konseling kelompok dalam mengatasi
penyesuaian sosial pada remaja?
Penelitian ini bertujuan: 1) Untuk mendeskripsikan bagaimana langkahlangkah penerapan konseling kelompok dalam mengatasi penyesuaian sosial 2)
Untuk menjelaskan faktor pendukung dan penghambat proses penerapan konseling
kelompok dalam mengatasi penyesuaian sosial 3) Untuk mengetahui bagaimana
hasil layanan konseling kelompok dalam mengatasi penyesuaian sosial
Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif, yang dilakukan
untuk memahami keadaan konteks dengan mengelola deskripsi potret yang rinci
tentang keadaan konteks alam.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah;
observasi, wawancara, dokumentasi dan analisis data. Penelitian dilaksanakan pada
06 Oktober 2021 sampai dengan 17 Oktober 2022, dengan jumlah responden
sebanyak 5 orang remaja.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan maka dapat disimpulkan: 1)
Penerapan konseling kelompok terbagi menjadi empat langkah, yang pertama
langkah pembentukan, langkah peralihan, langkah kegiatan dan langkah penutupan.
2) Hasil dari penerapan konseling pada kelima remaja mengalami perubahan
perilaku yang cukup baik dalam hubungan sosialnya, memiliki kemampuan
menghadapi kejadian dari hubungan sosial, kesadaran memenuhi tuntutan yang ada
dilingkungan seperti bergotong-royong dan bersikap baik yang dapat diterima oleh
kelompoknya. 3) Faktor pendukung dalam konseling kelompok yaitu, keterlibatan
responden dalam mengikuti kegiatan dengan bersemangat, para pengasuh
mendukung penelitian untuk menyadarkan kepekaan sosial remaja dan sarana dan
prasarana yang baik.
Rista - Personal Name
SKRIPSI BKI 757
2x7.15
Text
Indonesia
2022
serang
xiv + 94 hlm.; 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...