<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="25492">
<titleInfo>
<title>POLA ADAPTASI MASYARAKAT PENDATANG
DI PANDEGLANG
(Studi Komunikasi Antarbudaya di SMA Al-Qona’ah Cikuya, 
Sukaresmi, Pandeglang, Banten)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Siti Maesaroh</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Serang Banten</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2022</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xiv + 86 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Ada banyak cara dan sarana bagi seseorang untuk menjalin komunikasi antarbudaya, 
termasuk di lingkungan Sekolah Menengah Atas (SMA) Al-Qona'ah di Desa Cikuya. 
Artinya, komunikasi mereka dengan orang lain dan kelompok lain merupakan bentuk 
pertukaran budaya, integrasi, dan akulturasi.
Berdasarkan latarbelakang diatas, maka rumusan masalah pada penelitian ini adalah: 1) 
Bagaimana pola adaptasi etnis jawa dan sunda dalam komunikasi antarbudaya di SMA AlQona’ah Cikuya, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang? 2) Apa faktor penghambat 
dan pendukung yang memengaruhi proses adaptasi etnis jawa dan sunda di SMA AlQona’ah Cikuya, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang?, penelitian ini bertujuan: 1) 
Untuk mengetahui pola adaptasi etnis jawa dan sunda dalam komunikasi antarbudaya di 
SMA Al-Qona’ah Cikuya, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang 2) Untuk 
mengetahui faktor penghambat dan pendukung yang memengaruhi proses adaptasi etnis jawa 
dan sunda di SMA Al-Qona’ah Cikuya, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang.
Peneliti memilih metode penelitian studi kasus. Dimana studi kasus ini adalah penelitian 
kualitatif yang berusaha menemukan suatu makna, memeriksa proses, dan memperoleh 
pemahaman yang mendalam tanpa henti dari seseorang, kelompok, atau keadaan. Teknik 
pengumpulan data yang digunakan adalah: observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori adaptasi interaksi (Judee Burgoon, 
Lesa Stern, dan Leesa Dillman) dan teori interaksi simbolik (Herbert Mead).
Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan diatas, dapat disimpulkan bahwa: 1) Pada 
saat penelitian di lapangan, peneliti menemukan dua etnis yang berbeda dan ternyata etnis 
jawa ini adalah urbanisasi dari wilayah yang mayoritas jawa, seperti dari serang, cirebon, dan 
daerah jawa lainnya. Pada awal proses adaptasi dengan antar etnis, beberapa narasumber 
mengalami culture shock atau adaptasi yang sangat panjang untuk saling memahami 
komunikasi diantara etnis yang berbeda. Terlepas dari itu, para narasumber tidak diam atau 
ia akan terus berusaha berinteraksi dan beradaptasi dengan budaya yang berbeda dan bahasa 
yang berbeda dengan dirinya. Hal yang sangat mendasar dan alamiah pada suatu etnis 
memang memiliki perbedaan sifat yang sangat signifikan, namun jika dalam bersikap dari 
etnis manapun walaupun awalnya memiliki kesenjangan sosial, tapi akan tetap terus 
berusaha dalam melakukan adaptasi dan interaksi antarbudayanya masing-masing hingga 
akhirnya saling menyesuaikan diri. 2) Faktor penghambat dan pendukung yang 
mempengaruhi proses adaptasi Antarbudaya adalah yang pertama dari faktor narasumber 
dalam menarik diri dari lingkungan sekitar dan terjadinya ketakutan dalam berinteraksi 
dengan antar etnis karena ketidakpahaman bahasa baik itu bahasa jawa maupun sunda, dari 
sifat maupun tingkah laku antaretnis. Faktor pendukung yang mempengaruhi pola adaptasi
baik jawa maupun sunda adalah beberapa narasumber telah mengalami akulturasi dalam 
berbahasa, sehingga dalam proses adaptasi dan komunikasi pun sudah baik dan lancar tanpa 
adanya hambatan.</note>
<subject authority=""><topic>Komunikasi Antarbudaya</topic></subject>
<classification>302</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI KPI 812</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI KPI 812</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI KPI 812</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>25492</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-01-13 14:16:35</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-01-13 14:16:59</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>