Detail Cantuman Kembali
Konseling REBT (Rational Emotive Behavior Therapy) dalam Menangani Insecure pada Santri Qori di Pondok Pesantren Roudhotul Qurro
n 2022 M /1443 H.
Insecure adalah rasa cemas atau rasa takut secara berlebih yang
timbul karena pemikiran-pemikiran yang tidak rasional pada diri
seseorang kemudian dapat menyebabkan timbulnya rasa tidak puas
terhadap dirinya sendiri. Konseling REBT (Rational Emotive Behavior
Therapy) adalah terapi yang tepat dalam menangani permasalahan
insecure karena REBT adalah terapi yang dirancang untuk
menghilangkan cara berpikir klien yang tidak rasional.
Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah
dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana gambaran insecure pada
santri qori di Pondok Pesantren Roudhotul Qurro? 2) Bagaimana
Penerapan Konseling REBT (Rational Emotive Behavior Therapy)
dalam menangani insecure pada santri qori di Pondok Pesantren
Roudhotul Qurro? 3) Apa faktor pendukung dan penghambat dalam
penerapan konseling REBT (Rational Emotive Behavior Therapy)
dalam menangani insecure pada santri qori di Pondok Pesantren
Roudhotul Qurro?
Penelitian ini bertujuan: 1) untuk mengetahui gambaran
insecure pada santri qori di Pondok Pesantren Roudhotul Qurro, 2)
untuk mengetahui bagaimana penerapan konseling REBT (Rational
Emotive Behavior Therapy) dalam menangani insecure pada santri qori
di Pondok Pesantren Roudhotul Qurro, 3) untuk mengetahui faktor
pendukung dan penghambat dalam penerapan konseling REBT
(Rational Emotive Behavior Therapy) dalam menangani insecure pada
santri qori di Pondok Pesantren Roudhotul Qurro.
Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif
yang digunakan untuk mengumpulkan deskripsi mengenai gambaran
insecure pada konseli, mendeskripsikan proses serta hasil dari
penerapan konseling REBT (Rational Emotive Behavior Therapy).
Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan
wawancara. Penelitian dilaksanakan pada 11 februari 2022 sampai
tahap akhir konseling pada responden ketiga pada tanggal 22 April
2022, dengan jumlah dengan jumlah responden dalam penelitian ini
adalah 3 orang.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan: 1)
Insecure yang menjadi permasalahan dari ketiga konseli sama-sama
berasal dari pemikiran konseli yang tidak rasional. 2) Pada pelaksanaan
konseling REBT (Rational Emotive Behavior Therapy) ketiga konseli
melaksanakan tahapan konseling yang sama di waktu yang berbedabeda. 3) Terdapat beberapa faktor pendukung dan faktor penghambat
dalam proses pelaksanaan konseling.
Ratu Hilma Nurdiana - Personal Name
SKRIPSI BKI 733
152
Text
Indonesia
2022
serang
xv + 100 hlm.; 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...







