Detail Cantuman Kembali

XML

Penerapan Teknik Self Management pada Gangguan Penyesuaian Diri Remaja terhadap Orangtua Pasca Pernikahan Kedua (Studi di Kecamatan Ciwandan Kota Cilegon - Banten)


Tidak sedikit bagi individu yang telah bercerai dengan pasangannya lalu
menikah lagi, hal ini disebut dengan pernikahan kedua. Dalam hal ini, individu
harusnya sudah memikirkan bagaimana kehidupan selanjutnya dengan pasangan
barunya untuk bersedia memberikan rasa kasih sayangnya terhadap anaknya. Hidup
berdampingan dengan kehilangan salah satu atau bahkan kedua sosok orang tua
memiliki dampak yang jauh lebih besar bagi kesehatan mental, pola pikir dan kondisi
psikis anak. Kejadian seperti ini pastinya membuat sang anak mengalami banyak hal
perubahan, hal yang merugikan dalam perkembangan hidupnya, dan hal-hal yang
lebih merugikan lagi seperti merasa stress, putus asa, depresi, dan gangguan
psikologis lainnya.
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka rumusan masalah dalam
penelitian ini adalah: 1) Bagaimana kondisi psikologis remaja yang mengalami
gangguan penyesuaian diri terhadap orangtua pasca pernikahan kedua? 2) Bagaimana
penerapan teknik self management pada gangguan penyesuaian diri remaja terhadap
orangtua pasca pernikahan kedua? 3) Bagaimana hasil penerapan teknik self
management pada gangguan penyesuaian diri remaja terhadap orangtua pasca
pernikahan kedua ?
Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui kondisi psikologis
remaja yang mengalami gangguan penyesuaian diri terhadap orangtua pasca
pernikahan kedua 2) Untuk mengetahui penerapan teknik self management pada
gangguan penyesuaian diri remaja terhadap orangtua pasca pernikahan kedua 3)
Untuk mengetahui hasil dari penerapan teknik self management pada gangguan
penyesuaian diri remaja terhadap orangtua pasca pernikahan kedua.
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif
tindakan. Penelitian ini dilakukan selama kurang lebih lima (5) bulan, terhitung dari
bulan Juni sampai bulan Oktober 2022 yang bertempat di Kecamatan Ciwandan Kota
Cilegon – Banten. Responden dalam penelitian ini berjumlah 3 orang remaja yang
mengalami gangguan penyesuaian diri terhadap orangtuanya pasca pernikahan kedua.
Peneliti menggunakan teknik pengumpulan data dengan teknik observasi, wawancara,
dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah
reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Adapun teknik keabsahan
data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan member check.
Setelah dilakukannya konseling dengan teknik self management, kondisi
psikologis pada remaja yang mengalami gangguan penyesuaian diri terhadap orangtua
pasca pernikahan kedua menunjukan perubahan sikap dan pola pikir yang baik
terhadap masing-masing responden dalam mengurangi gangguan penyesuaian diri.
Dalam penelitian ini menggunakan 3 tahapan, yaitu tahap self monitoring atau
observasi diri, tahap evaluasi diri, dan tahap pemberian penguatan, penghapusan atau
hukuman. Hasil dari penerapan teknik self management ini, responden dapat
mengurangi dan mengontrol dirinya sendiri dengan menerapkan bahwasannya dengan
keberaniannya memulai suatu komunikasi dan keterbukaan diri terhadap orangtuanya
akan membuatnya mudah untuk bisa mengemukakan pendapatnya, kembali
membangun keharmonisan dalam keluarga, hidup dengan kerukunan serta kasih
sayang sehingga responden tetap dapat merasakan peran penting orangtuanya dalam
proses tumbuh kembangannya walaupun dengan ayah atau ibu sambungnya.
Nasyiatul Aisyiah - Personal Name
SKRIPSI BKI 748
152
Text
Indonesia
2022
serang
xv + 92 hlm.; 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...