<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="25481">
<titleInfo>
<title>Penerapan Teknik Self Management pada Gangguan Penyesuaian Diri Remaja terhadap Orangtua Pasca Pernikahan Kedua (Studi di Kecamatan Ciwandan Kota Cilegon - Banten)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Nasyiatul Aisyiah</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">serang</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2022</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xv + 92 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Tidak sedikit bagi individu yang telah bercerai dengan pasangannya lalu 
menikah lagi, hal ini disebut dengan pernikahan kedua. Dalam hal ini, individu 
harusnya sudah memikirkan bagaimana kehidupan selanjutnya dengan pasangan 
barunya untuk bersedia memberikan rasa kasih sayangnya terhadap anaknya. Hidup 
berdampingan dengan kehilangan salah satu atau bahkan kedua sosok orang tua 
memiliki dampak yang jauh lebih besar bagi kesehatan mental, pola pikir dan kondisi 
psikis anak. Kejadian seperti ini pastinya membuat sang anak mengalami banyak hal 
perubahan, hal yang merugikan dalam perkembangan hidupnya, dan hal-hal yang 
lebih merugikan lagi seperti merasa stress, putus asa, depresi, dan gangguan 
psikologis lainnya.
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka rumusan masalah dalam 
penelitian ini adalah: 1) Bagaimana kondisi psikologis remaja yang mengalami 
gangguan penyesuaian diri terhadap orangtua pasca pernikahan kedua? 2) Bagaimana 
penerapan teknik self management pada gangguan penyesuaian diri remaja terhadap 
orangtua pasca pernikahan kedua? 3) Bagaimana hasil penerapan teknik self 
management pada gangguan penyesuaian diri remaja terhadap orangtua pasca 
pernikahan kedua ?
Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui kondisi psikologis 
remaja yang mengalami gangguan penyesuaian diri terhadap orangtua pasca 
pernikahan kedua 2) Untuk mengetahui penerapan teknik self management pada 
gangguan penyesuaian diri remaja terhadap orangtua pasca pernikahan kedua 3) 
Untuk mengetahui hasil dari penerapan teknik self management pada gangguan 
penyesuaian diri remaja terhadap orangtua pasca pernikahan kedua.
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif 
tindakan. Penelitian ini dilakukan selama kurang lebih lima (5) bulan, terhitung dari 
bulan Juni sampai bulan Oktober 2022 yang bertempat di Kecamatan Ciwandan Kota 
Cilegon – Banten. Responden dalam penelitian ini berjumlah 3 orang remaja yang 
mengalami gangguan penyesuaian diri terhadap orangtuanya pasca pernikahan kedua. 
Peneliti menggunakan teknik pengumpulan data dengan teknik observasi, wawancara, 
dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah 
reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Adapun teknik keabsahan 
data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan member check. 
Setelah dilakukannya konseling dengan teknik self management, kondisi 
psikologis pada remaja yang mengalami gangguan penyesuaian diri terhadap orangtua 
pasca pernikahan kedua menunjukan perubahan sikap dan pola pikir yang baik 
terhadap masing-masing responden dalam mengurangi gangguan penyesuaian diri. 
Dalam penelitian ini menggunakan 3 tahapan, yaitu tahap self monitoring atau 
observasi diri, tahap evaluasi diri, dan tahap pemberian penguatan, penghapusan atau 
hukuman. Hasil dari penerapan teknik self management ini, responden dapat 
mengurangi dan mengontrol dirinya sendiri dengan menerapkan bahwasannya dengan 
keberaniannya memulai suatu komunikasi dan keterbukaan diri terhadap orangtuanya 
akan membuatnya mudah untuk bisa mengemukakan pendapatnya, kembali 
membangun keharmonisan dalam keluarga, hidup dengan kerukunan serta kasih 
sayang sehingga responden tetap dapat merasakan peran penting orangtuanya dalam 
proses tumbuh kembangannya walaupun dengan ayah atau ibu sambungnya.</note>
<classification>152</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI BKI 748</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI BKI 748</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI BKI 748</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>25481</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-01-13 11:04:15</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-02-27 10:54:53</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>