Detail Cantuman Kembali

XML

Konsep Rezeki dalam Perspektif Al-Qur'an (Studi Tafsir Fi Zilal Al-Qur'an Karya Sayyidqutb)


Salah satu „Ulamȃ tafsȋr yang terkenal adalah Sayyid Quṭb, beliau adalah seorang ilmuan, sastrawan, ahli tafsȋr sekaligus pemikir dari Mesir yang memiliki karya dalam berbagai bidang. Salah satu karyanya adalah Tafsȋr fȋ Ẓilȃl Alqurȃn dengan corak tafsȋr Adȃbul ijtimȃ‟i, yaitu tentang sastra, budaya, dan kemasyarakatan atau sosio-kultural. Dalam hal ini Masalah sosial yang penulis ambil yaitu yang sering muncul dalam masyarakat yakni tentang pemahaman makna rezeki. Para „Ulamȃ dan pemikir Muslim agaknya terlupa pada suatu konsep penting dalam Alqurȃn yang semestinya mendapat perhatian serius dewasa ini, dimana sektor ekonomi merupakan primadona dalam arus perubahan sosial maupun pemikiran. Konsep itu adalah “rizq”. Di sini tidak dimaksudkan bahwa istilah “rizq” tidak pernah disebut-sebut dalam pembahasan. Malah sebaliknya, ia mungkin disebut berulang kali dalam sebuah artikel atau buku. Tetapi pengertiannya tidak dibahas secara mendalam, malah dilewatkan begitu saja seolah-olah ia bukanlah suatu istilah yang penting. Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam karya tulis ini adalah sebagai berikut: 1). Bagaimana karakteristik Tafsȋr fȋ Ẓilȃl Alqurȃn karya Sayyid Quṭb? 2). Bagaimana konsep rezeki dalam Alqurȃn? 3). Bagaimana Sayyid Quṭb dalam menafsirkan ayat-ayat tentang rezeki? Tujuan penelitian ini yaitu:1). Untuk menjelaskan karakteristik Tafsȋr fȋ Ẓilȃl Alqurȃn. 2). Untuk mendeskripsikan konsep rezeki dalam Alqurȃn. 3).Untuk menjelaskan bagaimana Sayyid Quṭb dalam menafsirkan ayat tentang rezeki. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif atau kepustakaan (libraryresearch). Yaitu dengan mengumpulkan data-data dan buku-buku karya „Ulamȃ. Dari beberapa permasalahan di atas dapat disimpulkan bahwa: 1). Tafsȋr fȋ Ẓilȃl Alqurȃn termasuk salah satu kitab tafsir yang mempunyai terobosan baru dalam melakukan penafsiran Alqurȃn. Hal ini dikarenakan tafsir beliau selain mengusung pemikiran-pemikiran kelompok yang berorientasi untuk kejayaan Islam, juga mempunyai metodologi tersendiri dalam menafsirkan Alqurȃn. 2). Rezeki menurut Alqurȃn adalah „Aṭa‟ yang berarti pemberian. Dalam Alqurȃn istilah “rizq” disebut sebanyak 112 kali dalam 41 Sȗrah, 92 ayat. 3). Menurut Sayyid Quṭb Rezeki adalah segala sesuatu yang dapat diambil manfaatnya. Kata rezeki ini mengandung makna yang luas, tidak hanya berbentuk uang, harta atau materi saja. Tetapi segala sesuatu yang kita pakai dan kita miliki itu juga rezeki, seperti pakaian, makanan dan lain sebagainya.
Rosnita - Personal Name
SKRIPSI TH 190
2x1.31
Text
Indonesia
2017
serang
xiii + 93 hlm.; 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...