Detail Cantuman Kembali
Konseling Realitas untuk Menumbuhkan Sikap Penerimaan Diri Sebagai Orang Tua yang Memiliki Anak Tunagrahita (Studi Kasus di Komplek Banjar Agung Indah Kota Serang)
Manusia diciptakan oleh Allah SWT dengan keadaan sempurna,
seperti yang telah disampaikan dalam surat QS. At-Tin ayat 4 yang
Artinya: "Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk
yang sebaik-baiknya", semua akan terlihat sempurna bagaimana sudut
pandang dan cara penerimaan seseorang terhadap hal tersebut. Banyak dari
orangtua yang memiliki anak tunagrahita belum bisa menerima posisi
dirinya sebagai orangtua yang memiliki anak tunagrahita . Adapun
rumusan masalah sebagai berikut 1). Bagaimana penerimaan diri
orangtua yang memilik anak tunagrahita? 2). Bagaimana penerapan teknik
konseling realitas dalam menumbuhkan sikap penerimaan diri orangtua
yang memiliki anak tunagrahita? 3). Bagaimana hasil penerapan konseling
realitas dalam menumbuhkan sikap penerimaan diri orangtua yang
memiliki anak tunagrahita?Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1).
Untuk mengetahui penerimaan diri orangtua yang memilik anak
tunagrahita. 2). Untuk mengetahui langkah-langkah penerapan teknik
konseling realitas dalam menumbuhkan sikap penerimaan diri orangtua
yang memiliki anak tunagrahita 3).Untuk mengetahui apa saja hambatan
dan pendukung pada penerapan konseling realitas dalam menumbuhkan
sikap penerimaan diri orangtua yang memiliki anak tunagrahita. Penelitian
dilaksanakan di Komplek Banjar Agung Indah , jumlah 3 Pasang orangtua,
jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan mengumpulkan data
dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Konseling realitas ini
dibagi menjadi 8 tahapan berdasarkan konsep WEDP. Adapun hasil
penelitian sebagai berikut: 1). . Penerimaan diri sebagai orangtua yang
memiliki anak tunagrahita rata-rata dari mereka banyak yang belum bisa
menerima keadaan tersebut, terkadang klien masih menerima diri menjadi
orangtua tunagrahita namun masih setengah hati. Hal ini terkadang
membuat sikap dan perilakunya berpengaruh kepada anaknya. Bahkan ada
iii
orangtua yang memang benar-benar tidak ingin adanya kehadiran anaknya
didunia ini ia lebih memilih acuh dan membiarkan anaknya begitu saja. 2).
Penerapan konseling ini dilakukan 3 tahapan dipertemuan pertama peneliti
mencoba membangun kedekatan emosional dan mencoba menggalih data
yang peneliti butuhkan, tahapan kedua peneliti melakuakan proses
konselingnya dan terakhir peneliti melakukan evaluasi konseling. Yang
dilakukan peneliti terhadap klien SU,SI,MA,IS,R,F sama menggunakan
tiga tahapan tersebut. 3). Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan,
peneliti dapat menyimpulkan bahwa konseling realitas ini cocok untuk
menumbuhkan rasa peneriamaan diri menjadi orang tua dari anak
tunagrahita, hal ini dibuktikan 2 pasang suami istri yang merupakan
orangtua anak tunagrahita dari 3 pasang suami istri yang merupakan
orangtua dari anak tunagrahita, berhasil menumbuhkan rasa penerimaan
diri sebagai orangtua dari anak tunagrahita, klien sadar dan paham tentang
kewajiban orangtua kepada anaknya bagaimanapun keadaan anaknya.
Adapun hambatan nya adalah waktu yang terbatas seperti proses konseling
terhadap klien R dan F hal ini membuat proses konseling menjadi kurang
efektif karena efesiensi waktu yang di dapatkan penulis menjadi kurang
efektif untuk melakukan konseling. Selain waktu terkadang ada juga
pertanyaan yang kurang dipahami sehingga membuat penulis menggulang
kembalu pertanyaan tersebut dan juga menjelaskan maksud pertanyaan
tersebut. Sedangkan faktor pendukung dalam penelitian ini semua orangtua
tersebut menerima kehadiran penulis untuk menjelaskan dan memberi
solusi cara peneriamaan diri menjadi orangtua yang memiliki anak
tunagrahita dan juga ada beberapa klien yang sangat senang mendapatkan
penjelasan dari penulis cara mengahdapi anak tunagrahita, penulis juga di
ijinkan untuk melihat berkas-berkas catatan perkembangan anak
tunagrahita dari hasil tesnya, penulis juga di ijinkan bertemu dengan anak
tunagrahita tersebut untuk bermain dan mengajarkan home work kepada
mereka
Dimas Kevin Saputra - Personal Name
SKRIPSI BKI 771
150
Text
Indonesia
UIN SMH BANTEN
2022
Serang Banten
xvii + 92 hlm.; 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...







