<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="25401">
<titleInfo>
<title>Perjuangan M Syekh Sulaiman Ar-Rasuli dalam Mengembangkan PERTI di Minangkabau Tahun 1930-1970</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Indah Rumaeza</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">serang</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2016</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xiii + 119 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Syekh Sulaiman ar-Rasuli al-Minangkabawi, lahir di Candaung, sekitar 10 km. sebelah timur Bukittinggi, Sumatra Barat, 1287 H./1871 M, wafat pada 29 Jumadil Awal 1390 H./1 Agustus 1970 M. Ia adalah seorang tokoh ulama dari golongan Kaum Tua yang gigih mempertahankan madzhab Syafi'i. Tak jarang pula, Beliau dipanggil dengan sebutan &#34;Inyik Candung&#34;. Ayahnya, Angku Mudo Muhammad Rasul, adalah seorang ulama yang disegani di kampung halamannya. Syekh Sulaiman ar-Rasuli, yang lebih dikenal oleh para muridnya dengan nama Maulana Syekh Sulaiman, sejak kecil memperoleh pendidikan awal, terutama dalam bidang pelajaran agama, dari ayahnya. Sebelum meneruskan studinya ke Mekah, Syekh Sulaiman ar-Rasuli pernah belajar kepada Syekh Yahya al-Khalidi Magak, Bukittinggi, Sumatera Barat. 2. Terbentuknya organisasi Perti adalah sebagai penegasan sikap yang berbeda dengan pergerakan Kaum Pembaru di Minangkabau dan tidak memihak Kepada Kaum yang mencampuradukan ajaran Islam dengan Khurafat, bid’ah, dan takhayul. Dengan demikian Perti jelas mengambil sikap berpaham Syafi’iyah yang tidak berhaluan keras. 3. Organisasi Perti memberikan perubahan pendidikan dari sistem surau menjadi kelas dan memberikan kemampuan terhadap siswanya membaca kitab-kitab kuning. Alumninya banyak yang bekerja pada lembaga-lembaga pemerintah dan organisasi politik dan ada yang mendirikan sekolah-sekolah madrasah dan memberikan bimbingan dan pembinaan rohani, terutama bagi orang-orang dewasa seperti mengadakan majelis taklim dan suluk, bekerja sama dengan para sufi, tareqat, dan alim ulama, terutama yang ada di pedesaan.</note>
<classification>2x9</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI SPI 248</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI SPI 248</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI SPI 248</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>25401</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-12-28 13:49:13</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-12-28 13:49:27</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>