Detail Cantuman Kembali

XML

Sejarah dan Fungsi Masjid Al-Iztihad di Kampung Gulacir Desa Sukabares Kecamatan Waringinkurung Kabupaten Serang


Masjid berasal dari kata “sajada” (bahasa arab) yang berarti tempat sujud atau dengan kata lain tempat orang bersembahyang menurut aturan Islam. Masjid Al-Iztihad merupakan salah satu peninggalan masjid bersejarah di Kabupaten Serang yang masih berdiri kokoh di Kampung Gulacir, Masjid Al-Iztihad dibangun oleh KH. Tubagus Ismail tokoh yang karismatik di zamanya, fungsi Masjid Al-Iztihad sendiri tidak mengalami perbedaan yaitu tempat untuk beribadah, namun Masjid Al-Iztihad mempunyai nilai historis yang cukup berperan yaitu ketika pemberontakan Geger Cilegon, dimana Masjid Al-Iztihad menjadi Markas Pejuang dalam melakukan strategi perang, alasan mengapa Masjid Al-Iztihad menjadi markas pejuang, karena pada tahun 1888 keadaan alam sekitar Masjid Al-Iztihad yang berada di kampung Gulacir seperti hutan rimba yang sangat sulit dijangkau oleh tentara Kolonial Belanda. Deskrpsi bangunan Masjid Al-Iztihad mengikuti masjid-masjid peninggalan Kesultanan Banten seperti Masjid Agung Banten dan Masjid Kasunyatan, begitupun dengan ornamen atau hiasan dalam Masjid Al-Iztihad tidak jauh berbeda dengan Masjid-masjid di Banten lainnya. Berdasarkan latarbelakang diatas, maka selanjutnya penulis mencoba merumuskan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Bagaimana Sejarah Masjid Al-Iztihad? (2) Bagaimana Deskripsi Masjid Al-Iztihad? (3) Bagaimana Fungsi Masjid Al-Iztihad PadaTahun 1888-2016? Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui: (1) Sejarah Masjid Al-Iztihad (2) Deskripsi Masjid Al-Iztihad (3) Fungsi Masjid Al-Iztihad Pada Tahun 1888-2016. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Masjid Al-Iztihad merupakan masjid kuno yang dibangun oleh KH. Tubagus Ismail masa Kolonial Belanda di daerah Kampung Gulacir Desa Sukabares Kecamatan Waringin Kurung. Pada masa Pemerintahan Kolonial Belanda Masjid Al-Iztihad di jadikan sebagai Markas dalam pemberontakan peristiwa Geger Cilegon pada tahun 1888 M, fungsi sekarang Masjid Al-Iztihad dijadikan sebagai tempat Ibadah dan acara Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) masyarakat Kampung Gulacir. Kondisi Masjid Al-Iztihad sekarang telah mengalami banyak perubahan namun banyak juga bagian-bagian dalam Masjid Al-Iztihad yang masih mempertahankan segi bangunan dan ornamen lama Masjid Al-Iztihad.
Muhamar - Personal Name
SKRIPSI SPI 294
2x9
Text
Indonesia
2017
serang
xii + 90 hlm.; 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...