Detail Cantuman Kembali
Kebijakan Masa Pemerintahan Gus Dur terhadap Etnis Tionghoa Tahun 1999-2001
Indonesia merupakan negara yang memiliki ker agaman budaya, suku, agama, ras dan golongan - golongan. Keragaman tersebut membentuk masyarakat Indonesia menjadi masyarakat majemuk. Kemajemukan ini di dalamnya terdapat kelompok Tionghoa yang hidup bersama dengan masyarakat Indonesia lainnya. K.H. Abdul Rahman Wahid adalah penyatu gabungan golongan - golongan yang mempunyai sikap mental, adat kebiasaan dan kebudayaan yang berbeda - beda menjadi suatu kebulatan sosiologis yan g harmonis dan bermakna. Pemikiran demokrasi KH. Abdurahman Wahid tidak sejalan dengan implementasi kebijakan yang diberlakukan pada masa Orde Baru pemerintahan Soeharto, yaitu kebijakan asimilasi. Berdasarkan latar belakang di atas, maka perumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana Biografi Abdurahman Wahid. 2) Bagai mana Etnis Tionghoa di Pulau Jawa . 3) Bagaimana Kebijakan Masa Pemerintahan Gus Dur Terhadap Etnis Tionghoa 1999 - 2001. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Untuk mengetehui Biografi Abdurahman Wahid . 2) Untuk mengetahui Etnis Tionghoa di Pulau Jawa . 3) Untuk mengetahui Kebijakan Masa Pemerintahan Gus Dur Terhadap Etnis Tionghoa 1999 - 2001 . Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah, yang meliputi tahapan sebagai berikut: pemilihan topik, pengumpulan sumber yang berkaitan dengan penelitian, kritik yaitu penyeleksian sumber, interpretasi dan historiografi yaitu sebagai akhir dari hasil penelitian yang dibuat dalam bentuk tulisan sebagai pertanggung jawaban seorang peneliti. Berdasarkan hasil pembahasan dapat disimpulkan bahwa : Abdurrahman Wahid adalah putra pertama dari enam bersaudara yang lahir pada tanggal 4 Agustus 1940 di Denanyar kota Jombang Jawa Timur. Abdurrahman Wahid merupaka n anak Pertama dari pasangan K.H. Abdul Wahid Hasyim dan Hj. Siti Salekhah . Dari berbagai catatan sejarah para pedagang. Tionghoa telah datang kedaerah pesisir laut cina selatan sejak 300 tahun sebelum masehi, namun catatan sejarah tertulis menunjukan mere ka datang ke Asia Tenggara lama setelah itu. Beberapa catatan tertua ditulis oleh para agamawan, seperti Fa Hien pada abad ke - 4 dan I Ching pada abad ke - 7 . Para pengamat minoritas Tionghoa di Indonesia mengetahui bahwa ada dua kelompok Tionghoa, yaitu Cina Peranakan dan Cina Totok. Tionghoa totok adalah orang asli Tionghoa yang berdarah murni Cina (totok Tionghoa) Pada masa kepeimipinan nya abdurrahman Wahid melahirkan kebijakan dan dua belas hal yang perlu diselesaikan. Bila ditinjau satu persatu tantangan tersebut antara lain adalah harapan yang terlalu besar, lawan lawan yang kuat, masyarakat sipil yang lemah, Pers yang dipenuhi oleh Politik, Kekurangan Modal Politik, Gerakan Reformasi yang Terbelah, Kaum Islamis Cenderung Menjadi Ujung Tombak bagi Oposis i, Tidak Adanya Konstitusi yang Demokratis, Sikap Permusuhan Aparatur Negara, Sistem Hukum yang Tidak Berfungsi dengan Baik, Negara Rente yang Bekerjasama dengan Kejahatan yang Teroganisasi, Militer yang Melawan.
Alpiah - Personal Name
SKRIPSI SPI 314
906
Text
Indonesia
2017
serang
xii + 74 hlm.; 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...







